Sejoli Mantan Napi Edarkan Uang Palsu di Jalan Poros Samarinda-Bontang

  • Whatsapp
Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro bersama jajaran memperlihatkan barang bukti kasus pemalsuan uang yang dilakukan dua tersangka di Mapolsek Sungai Pinang Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis [17/12].

PRANALA.CO, Samarinda – Pasangan suami istri Iwan (42) dan Suwarni (43) nekat menggandakan uang palsu, dengan cara memindai uang asli pecahan Rp 100 ribu dan Rp 20 ribu ke alat scanner printer, untuk kemudian dicetak. Kedua pelaku pengedar uang palsu, diketahui residivis.

Mereka tersangkut kasus peyalahgunaan narkotika yang baru menghirup udara bebas pada Maret 2020 lalu. Di sinilah awal Iwan (42) dan Suwarni (43) terbebas dari masa hukuman, yang kemudian melangsungkan pernikahan siri.

Bacaan Lainnya

Mereka lantas menyewa indekos di kawasan M. Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

“Keduanya residivis penyalahgunaan narkotika dan dilakukan penahanan di Lapas Klas IIA Samarinda. Bebas pada bulan tiga kemarin (Maret). Motifnya terhimpit kebutuhan ekonomi,” ungkap Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro, Kamis [17/12].

Ditambahkan AKP Rengga Puspo Saputro, dua pelaku yang diketahui nikah siri usai bebas ini, kegiatan penggandaan uang palsu dilakukannya di kost yang mereka sewa. Pelaku Iwan saat ditemui mengaku, bahwa himpitan ekonomi menjadi alasan ia nekat melakukan kejahatan ini bersama istrinya.

Dia mengaku bebas bukan karena asimilasi Covid-19. Usai bebas, ia bingung lantaran tak juga mendapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya.

“Nikahnya Maret, setelah bebas, kasus narkoba, makai saya. Ya, susah mas cari kerja, apalagi saya gak sekolah, selalu ditolak. Alasan itu akhirnya nekat begini (edarkan uang palsu),” kata Iwan.

Keduanya ditangkap di wilayah hukum Polsek Sungai Pinang berhasil diamankan. Dipimpin langsung Kapolsek Sungai Pinang, di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, tepat pukul 12.00 Wita hari ini [17/12].

Sebagai Polsek jajaran di wilayah hukum Polresta Samarinda, Polsek Sungai Pinang memastikan masyarakat harus dijamin keamanan, apalagi peredaran uang palsu ini sudah sangat meresahkan.

“Jadi, ada pedagang warung di poros jalan Samarinda – Bontang lapor ke kami, ada orang belanja pakai uang palsu. Dari laporan itu, kami lakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro, melalui keterangan resmi di kantornya, Kamis (17/12).

Dia menerangkan, uang pecahan Rp100 ribu terlihat kasat mata memang palsu. Tim Reskrim Polsek Sungai Pinang bergerak cepat. Usai mengantongi ciri pelaku pengedar uang palsu, Wahyudi dan Suwarni, ditangkap di rumah kontrakannya.

“Keduanya ini pasangan menikah siri. Pembuatan, pencetakan uang palsu itu dilakukan di rumah kontrakan itu. Sekitar Rp70 jutaan yang diproduksi,” ujar Rengga.

“Kami amankan barang bukti 515 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu, dan 169 lembar pecahan Rp 20 ribu. Totalnya Rp 54.860.000. Sudah ada sekitar Rp 14 jutaan uang palsu yang sudah diedarkan,” tambahnya. [ks]

Pos terkait