Samarinda Bakal Gelar Rapid Test Massal

Ilustrasi petugas medis sedang mengambil sampel darah untuk rapid test.

FASE puncak epidemiologi Covid-19 terus diantisipasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal menggelar rapid test alias tes cepat massal di sejumlah titik wilayah setempat. Ini sebagai upaya mendeteksi dini potensi penularan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osa Rafshodia berkata pihaknya masih melakukan perencanaan dan menyusun sesuai dengan standar operasional. Terutama di daerah perbatasan untuk mendeteksi risiko penularan.

Lanjut Osa, untuk rapid test akan menggunakan alat Immunofluorescence assay yang tingkatkan keakuratannya cukup tinggi. Lalu untuk uji swab akan menggunakan Polymerase Chain Reactions (PCR). “Jadi dilakukan rapid test dulu baru swab, dan itu di satu tempat,” tambah dia, Ahad (17/5).

Mengenai penyedian alat untuk memeriksa uji swab tenggorok, Osa menyebut alat PCR akan tersedia dalam waktu dekat. Sehingga proses pemeriksaan massal bisa dilakukan dengan mudah.

Terkait lokasi dan waktu tes massal, Osa bilang akan kembali diinformasikan. Salah satu yang menjadi tempat prioritas uji cepat adalah kawasan pintu masuk Samarinda. Sehingga setiap warga yang masuk Samarinda akan langsung mengikuti uji cepat untuk mendeteksi dini potensi transmisi Covid-19. “Waktu dan tempat akan kami umumkan dan mohon bantuan media untuk dipublikasikan,” kata Osa.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda sedang mempersiapkan skenario memperluas tes cepat dengan alat imunofluoresensi assay. Rencananya yang menjadi target pemeriksaan adalah pasien di Puskesmas. “Untuk terus memantau yang kemungkinan ODP yang ada di Puskesmas dan terus memantau potensi transmisi lokal,” kata Osa.

Dengan metode imunofluoresensi ini, katanya, Dinas Kesehatan Samarinda mampu memetakan daerah yang berpotensi terjadi transmisi lokal. Sehingga bisa segera mengambil langkah-langkah bersama gugus tugas untuk menekan transmisi lokal dan mencegah penyebaran ke daerah lain.

Jika terjadi transmisi lokal, pasien PDP dan ODP dari hasil perluasan pemeriksaan tersebut bisa diumumkan ke publik. Sehingga masyarakat bisa menghindari pasien agar tidak tertular. “Salah satunya dengan akses informasi siapa penderita ODP dan PDP tersebut,” katanya.

Tes immunofluorescence ini sangat penting karena menjadi salah satu metode untuk menemukan klaster lokal lebih cepat. Jadi pihaknya tidak Lagi fokus pada satu klaster. “Memang masih mencari keras klaster yang di luar kota Samarinda,” kata Osa.

Selain itu, dalam beberapa minggu ke depan Dinas Kesehatan Kota Samarinda juga akan melakukan tes cepat untuk petugas Puskesmas secara serial. Pelaksanaan tes akan dilakukan dalam beberapa minggu, sehingga tidak sekaligus. Sehingga deteksi risiko dalam rentang waktu serial tersebut bisa efektif dan efisien untuk mendeteksi risiko transmisi bagi petugas kesehatan.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga akan menyusun beberapa serial tes sehingga dalam rentang waktu yang luas. Risiko transmisi lokal di Samarinda terutama di Puskesmas akan terus terpantau dengan cara ini. (*)

More Stories
Tangani Corona, Bontang Sudah Habiskan Rp42,9 Miliar