Salut! Bocah 9 Tahun Sumbang Tabungan untuk Beli APD

Mochamad Hafidh yang berusia 9 tahun ini menjadi inspirasi banyak orang.

KEBAIKAN tidak diukur dari jumlah yang diberikan, melainkan dari keikhlasan dari orang yang memberi. Tindakan seorang anak bernama Mochamad Hafidh yang berusia 9 tahun ini menjadi inspirasi banyak orang. 

Ia menunjukkan kepeduliannya kepada para tenaga kesehatan dengan turut menyumbang buat pembelian alat pelindung diri (APD). Sumbangan itu berasal dari uang tabungannya sendiri.

Polsek Dayeuhkolot yang mengunggah kisah tersebut di akun resmi Instagram-nya kini viral setelah disukai ribuan orang dan disebarluaskan oleh banyak pihak, termasuk dr. Tirta dan pengacara kondang Hotman Paris.

Hafidh yang kini berada di bangku kelas 3 sekolah dasar, pada Kamis (16/4) sekitar pukul 2 siang hari, mendatangi Polsek Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, bersama ibunya membawa tabungannya yang disimpan dalam kaleng biskuit untuk disalurkan membantu membeli APD. 

Ketika Hafidh melihat pemberitaan di televisi bahwa APD sedang langka dan mahal, ia belum mengerti sehingga bertanya pada orang tuanya. Ibunya lalu menjelaskan bahwa APD sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan saat ini untuk mencegah penyebaran virus korona. 

Anak dari Bapak Ruhiyatna yang berprofesi sebagai tukang servis televisi dan Ibu Rikoh Rotikoh yang berdagang bakso ayam tersebut lalu berniat untuk menyumbangkan uang tabungannya yang berupa pecahan koin kepada para petugas Polsek. Uang tabungan berjumlah Rp 453.300,- yang telah disisihkan dari uang jajannya selama 9 bulan itu semua ia rela donasikan untuk membantu membeli APD bagi tenaga kesehatan. 

Keinginan Hafidh adalah agar wabah virus korona baru Covid-19 yang menimpa Indonesia dapat segera berakhir supaya ia dapat kembali bersekolah dan bermain bersama teman-temannya lagi. 

Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat pun mengaku terharu dengan aksi derma yang ditunjukkan oleh Hafidh. Ia menilai bahwa Hafidh telah menunjukkan bahwa untuk membantu dan berbuat baik pada sesama tidak harus bergelimang harta. Dalam video yang dibagikan Polsek Dayeuhkolot, kondisi rumah orangtua Mochamad Hafidh terlihat sangat sederhana. Ia tinggal dalam rumah kontrak petakan di Kampung Pasigaran, Desa Citeureup, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Rumah yang berdinding bilik bambu itu terlihat gelap pada malam hari. Hanya cahaya lampu dapur remang-remang yang memberikan cahaya pada bagian teras depan rumahnya. Warganet yang melihat kisahnya pun salut akan kebaikan dan ketulusan hati Hafidh, berikut beberapa komentar mereka. (*)

More Stories
Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Kutai Timur Digerebek, Pelanggannya Sopir Truk