Salat Idulfitri di Balikpapan Tidak Boleh di Lapangan

  • Whatsapp
Ilustrasi. [Detik]

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 hijriah hanya boleh di masjid dan musala. Jemaah dilarang melaksanakan ibadah salat di lapangan terbuka guna menekan pandemik COVID-19 di Balikpapan.

“Kesimpulannya ada kemungkinan salat Idulfitri hanya di masjid dan musala dan tidak diizinkan di lapangan terbuka,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di sela-sela pelaksanaan Safari Ramadan dan Nuzulul Quran di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center, Rabu (28/4).

Bacaan Lainnya

Rizal berujar, kebijakan ini berdasarkan hasil rapat koordinasi kepala daerah se-Indonesia bersama Presiden Joko Widodo yang dilanjutkan, rapat koordinasi forum komunikasi pimpinanan daerah (Forkompida).

Meskipun begitu, keputusan rapat ini pun nanti dibahas bersama  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan. Soal pelaksanaan pelarangan salat Idulfitri di lapangan terbuka.

“Karena itu tadi kita berkesimpulan, tapi belum diputuskan, karena masih harus berkoordinasi dengan Kemenag dan MUI,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rizal, Pemkot Balikpapan juga berencana mengurangi seluruh aktivitas di malam hari bagi masyarakat. Kegiatan usaha diperbolehkan buka maksimal hingga pukul 22.00 Wita.

Bukan hanya itu, seluruh pusat wisata di Balikpapan juga dilarang beroperasi selama musim liburan hari raya Idulfitri.

Di sisi lain, Rizal pun meminta rumah sakit mempersiapkan tempat perawatan pasien COVID-19. Selama ini, Kota Balikpapan memiliki 423 tempat inap pasien COVID-19 di 11 rumah sakit setempat.

“Upaya ini sebagai langkah antisipasi kemungkinan melonjaknya kembali angka COVID-19, pasca liburan idul fitri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizal secara simbolis menyerahkan souvenir pada pengurus masjid Mahdinatul Iman Balikpapan yakni 1 vakum cleaner, 15 buah Al Quran, dan 15 perangkat salat.

Safara Ramadan dilanjutkan dengan Salat Isya dan Tarawi berjemaah dilanjutkan peringatan peristiwa Nuzulul Quran. Di mana yang menjadi imam dan khatib adalah Al Mukarram KH M Jailani Mawardi.

Sementara itu, Safari Ramadan dan Nuzulul Quran di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center juga dihadiri Sekretaris Kota Balikpapan Syadi MN Fadli. **

Pos terkait