Sahur Hanya Makan Mi Instan, Apa Efeknya Buat Tubuh?

SANTAP sahur mengharuskan orang makan sebelum Imsak tiba. Waktunya pun tidak seleluasa buka puasa sehingga orang lebih suka dengan menu yang praktis atau instan. Tak dimungkiri mi instan seolah jadi penolong pada saat ‘tanggal tua’ dan sahur.

Dalam dunia kesehatan, mi instan sudah dikenal luas sebagai makanan yang kurang sehat, sebab hanya mengandung kalori dan karbohidrat. Lantas, apakah mengonsumsi mi instan saat sahur ini diperbolehkan?

Buat anak kos, mi instan kerap jadi pilihan paling praktis untuk sahur. Mengenyangkan, murah, dan mudah dibuat. Diana F. Suganda, dokter spesialis gizi klinis menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan instan untuk menu sahur. 

Mi instan memang memiliki rasa yang lezat, mengenyangkan, dan sangat mudah untuk dibuat. Mi instan asli buatan Indonesia sendiri terkenal sebagai salah satu mi berkualitas terbaik di dunia dan tersebar hingga ke benua Afrika, Eropa, bahkan Amerika. Inilah alasannya masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi mi instan kapan pun, dan di mana pun.

Hanya saja, saat berpuasa kamu tetap membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, agar tetap fit selama 12 jam ke depan. Oleh sebab itu, kamu harus memastikan sajian yang kamu makan saat sahur mengandung nutrisi lengkap seperti serat, mineral, vitamin, protein, dan lemak.

“Kalau makanan instan, sudah pasti mengalami pemprosesan. Jelas pengawet lebih tinggi, garam tinggi. Padahal garam itu sifatnya menarik cairan. Anda akan haus seharian, semakin haus, makin dehidrasi,” kata Diana

Pada dasarnya mi instan adalah makanan darurat yang dapat kamu konsumsi saat kamu membutuhkan asupan kalori dan karbohidrat dalam waktu cepat. Seperti yang dilansir National Geographic, mi instan dibuat dengan bahan tepung. Sementara, tepung sendiri adalah bentuk gula sederhana yang sangat mudah untuk dicerna oleh tubuh, sehingga dalam waktu singkat akan membuatmu lapar kembali.

Jika kamu mengonsumsi mi instan saat sahur, bukan tidak mungkin tubuhmu akan kehilangan tenaga menjelang siang hari saat puasa. Kandungan bahan pengawet dalam mi instan pun jelas tidak baik bagi kesehatan. Sehingga, tidak boleh sering dikonsumsi, terutama saat sedang berpuasa.

Orang sudah terkena dehidrasi ditandai dengan mulut kering dan lengket, mudah mengantuk dan lelah, sakit kepala, warna urine gelap bahkan bisa tidak sadarkan diri.

Dia menyarankan untuk menghindari mi instan. Hanya saja bukan berarti tak diizinkan. Bila terpaksa mengonsumsi mi instan, lanjut Diana, Anda harus tetap melengkapi kebutuhan gizi seimbang dengan karbohidrat, protein dan lemak. Mi instan sendiri sudah memenuhi kebutuhan karbohidratnya. Protein bisa dipenuhi dengan telur. 

“Lalu sayur baiknya ada juga misal sawi. Perlu ada niatan beli telur, sawi sebagai stok di kos. Walau instan, tetap ada usaha untuk memenuhi (kebutuhan nutrisi),” imbuhnya. 

Di samping itu, kembali tidur setelah sahur tidak akan jadi soal jika tidak memiliki masalah lambung. Misal pada pasien GERD, Diana menganjurkan tidak langsung tidur setelah makan. Beri jeda satu jam baru boleh tidur tetapi dalam posisi duduk atau tidak terbaring sepenuhnya. 

“Enggak ada masalah kalau mau tidur lagi. Bikin buncit? Enggak, justru total kalori yang dimakan yang bikin gemuk kalau berlebihan,” katanya.

Dalam kondisi mendesak, kamu sebetulnya diperbolehkan mengonsumsi mi instan saat sahur. Asalkan kamu menambahkan bahan lainnya, seperti sayuran dan daging. Pakar gizi, Patrick Holfond, pun menyarankan agar konsumsi mi instan juga diimbangi dengan sayuran yang setara dengan mi instan itu sendiri. Kamu dapat memilih sayuran seperti bayam, sawi, kangkung, tomat, wortel, mentimun, dan sebagainya.

Dengan menambahkan sayuran, maka asupan zat besi, vitamin, antioksidan, dan berbagai mineral penting lainya akan membuatmu tetap fit selama menjalani puasa. Sayuran pun akan membuat kesehatanmu terjaga, sebab kandungan nutrisinya akan melawan radikal bebas, memastikan produksi sel darah merahmu tetap normal, dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Apabila masih terasa kurang, kamu pun dapat menambahkan daging ayam, daging sapi, ikan, atau telur ke dalam mi tersebut agar kandungan lemak dan proteinmu tercukupi. Namun, Holfond lebih menyarankan agar kamu mengutamakan sajian sayuran terlebih dahulu yang lebih mudah dan lebih berkhasiat untuk merawat kesehatanmu.

More Stories
Tenang, Mimpi Ibu Kota Baru Belum Wassalam