RS di Balikpapan Kekurangan Masker N95

Ilustrasi masker medis N95. (Shutterstock)

MASKER medis N95 masih menjadi barang langka rumah sakit di Balikpapan, Kalimantan Timur. Termasuk RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Direktur RSKD Eddy Iskandar mendesak agar gugus tugas covid-19 di pusat mengirimkan masker N95. Pihaknya sudah mengirimkan permintan melalui provinsi ke pusat namun masih dikirim APD.

Diakui Eddy, pengiriman bantuan pusat sudah keempat kalinya. Namun, masih didominasi APD berupa baju pelindung tidak ada masker medis. Pihaknya pun sudah menghubungi pusat melalui gugus tugas provinsi untuk mendapatkan masker N95.

“Jadi beberapa rumah sakit sudah menipis masker N95. Beberapa kali pengirman ini belum didroping ke daerah. Jadi kita mungkin mendesak itu,” katanya di saat menirima 64 koli APD baju Hazmat dari Kementerian Kesehatan RI, Jumat (24/4).

Selain itu, Eddy berujar yang menjadi kekhawatiran saat ini dengan diberlakukan penutupan bandara. Pengiriman sampel swab menjadi persoalan. Dengan adanya kendala penerbangan terhenti ini akan jadi masalah. Apalagi hari ini mulai dilakukan lockdown penerbangan.

“Jadi kita juga mendesak pusat menyegerakan adanya PCR di masing-masing provinsi,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan alat regean PCR dijadwalkan akan tiba akhir bulan ini untuk dioperasionalkan di RS Pertamina Balikpapan. Dia juga menegaskan bandara masih melayani penerbangan logistik sehingga bisa dikoordinasikan.

“Bandara itu masih melayani penerbangan logistic nanti kita coba cek dulu. Karena ini tinggal satu minggu mudah-mudahan pertamina (RSPB) sudah beroperasi artinya PRC sudah aman. Nanti kita cek lagi ya,” jelasnya. (*)

More Stories
Menulusuri Pencarian Minyak di Kutai Kartanegara