BALIKPAPAN, Pranala.co — Janji adalah utang. Bagi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, janji kampanye bukan sekadar retorika lima tahunan. Ia menyebutnya sebagai pondasi arah pembangunan kota selama lima tahun ke depan. Maka janji itu harus dimasukkan, dikunci rapat dalam dokumen resmi: RPJMD.
Senin pagi (26/5/2025), di Aula Pemkot Balikpapan, perwakilan dari berbagai instansi berkumpul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029. Sebuah forum yang, di atas kertas, tampak formal. Tapi sejatinya, ini adalah ruang pengikat: antara harapan masyarakat dan rencana kerja pemerintah.
“RPJMD ini amanah konstitusi. Dan yang harus pertama kita pastikan: janji kampanye harus masuk,” ujar Bagus, mantap. Ia bicara tidak hanya sebagai Wawali, tapi juga sebagai politisi yang sedang menepati janji.
Namun RPJMD bukan sekadar kompilasi janji. Dokumen strategis ini harus selaras: ke atas, ke samping, dan ke bawah. Ke atas—dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan provinsi. Ke samping—dengan visi-misi kepala daerah. Dan ke bawah—dengan kebutuhan masyarakat akar rumput.
Ada sembilan prioritas pembangunan yang disiapkan. Sembilan titik tekan yang dirancang untuk menyentuh langsung kehidupan warga. Di antaranya: transformasi birokrasi, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penanganan stunting, penyediaan air bersih, hingga pengendalian banjir dan penciptaan kota yang ramah anak.
Tapi Bagus sadar, ada satu tantangan besar: ekonomi. Pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan 8 persen. Balikpapan baru menyentuh 3,23 persen. Selisih yang cukup lebar.
“Ini jadi tantangan. Tapi kita tidak diam,” katanya.
Ia menyebut ada harapan dari proyek besar Pertamina yang sedang berjalan. Kawasan industri, sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata juga mulai dibidik sebagai mesin pertumbuhan baru.
Wawali Balikpapan Bagus mengajak semua pihak untuk melihat Balikpapan sebagai kota strategis. Ia menyebut kekuatan kota ini di sektor MICE — Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Infrastruktur hotel sudah tersedia. Lokasi kota sangat strategis di gerbang IKN. Tinggal bagaimana mendorong sektor ini agar tidak hanya jadi potensi, tapi juga pengungkit nyata perekonomian.
“MICE ini kita genjot. Karena itu keunggulan kita,” ucapnya, optimistis.
RPJMD Balikpapan 2025–2029 bukan hanya rencana lima tahunan. Bagi Wawali Bagus dan Pemkot, ini adalah peta jalan menuju kota yang inklusif, inovatif, dan lebih manusiawi. Di dalamnya tertulis janji—yang bukan untuk dilupakan setelah pemilu usai. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1