Rp 9 Miliar Dicairkan untuk Insentif Nakes Covid-19 Kukar

2.018 Nakes Tersebar di 32 Puskesmas dan 3 Rumah Sakit

Ilustrasi tenaga medis memakai APD lengkap saat menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

PEMERINTAH Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengucurkan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang menangani COVID-19. Total ada 2.018 nakes yang diberikan insentif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kukar, dr Martina Yulianti, menuturkan jumlah nakes yang mendapat kan insentif ini bukan keseluruhan nakes. Tapi, hanya bagi nakes yang bekerja menangani COVID-19 dari berbagai profesi baik itu dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, analis, petugas promkes, surveillance.

Dia mengatakan 2.018 orang nakes tersebut tersebar di 32 puskesmas dan 3 rumah sakit (RS) di Kukar. Insentif yang diberikan sesuai kinerja penanganan COVID-19 selama 3 bulan yakni Maret, April, dan Mei.

Insentif paling besar yang diberikan kepada nakes yakni Rp 9 juta, yang diterima oleh spesialis. Adapun besar anggaran yang digelontorkan untuk 2.018 nakes selama 3 bulan ini mencapai Rp 9 miliar, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar.

“Anggaran Pemerintah Pusat kan belum cair, tapi nanti kalau yang kita usulkan itu cair, uang itu masuk langsung ke APBD, kita gunakan APBD dulu,” jelasnya.

Dia menuturkan anggaran dari Pemerintah Pusat tidak mampu mengakomodir seluruh nakes yang terlibat menangani Covid-19. Sehingga, pihaknya menggunakan APBD untuk mengakomodir nakes yang tidak diakomodir oleh Pemerintah Pusat.

“Banyak yang tidak diakomodir oleh Pemerintah Pusat, di rumah sakit pun ada yang masuk APBD. Tapi prinsipnya adalah tidak boleh terjadi duplikasi, jadi tidak boleh dia mendapat dari APBN terus dapat lagi APBD,” pungkasnya. (*)

More Stories
Ekonomi Kaltim Babak Belur Dihantam Covid-19