Pranala.co, BONTANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, sejak Rabu (22/10/2025) siang, membawa genangan luas ke kawasan permukiman.
Air tidak segera surut. Pasang laut tinggi memperparah keadaan. Genangan bahkan bertahan hingga Kamis (23/10/2025) pagi.
Lurah Api-Api, Hadha Sulistiono, mengungkapkan sedikitnya 2.682 jiwa dari 948 kepala keluarga (KK) terdampak banjir kali ini. Mereka tersebar di 20 Rukun Tetangga (RT).
“Wilayah yang paling banyak terdampak adalah RT 07 dengan 180 KK atau sekira 500 jiwa, disusul RT 29 (160 KK/300 jiwa) dan RT 37 (120 KK/250 jiwa),” jelas Hadha saat meninjau kondisi banjir di RT 22.
Begitu laporan warga masuk, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
“Hari ini ada ribuan bungkus nasi yang dibagikan bagi warga terdampak. Selain itu juga diserahkan beberapa paket sembako,” kata Hadha.
Bantuan makanan dan logistik ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang rumahnya masih tergenang air.
Menurut Hadha, banjir kali ini bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi. Faktor pasang laut membuat air sulit mengalir ke sungai.
Fenomena ini memang kerap terjadi di kawasan pesisir seperti Api-Api, terutama ketika hujan turun bersamaan dengan puncak pasang.
“Kami imbau warga untuk menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah. Sampah yang menyumbat drainase bisa memperparah banjir,” pesannya.
Hadha juga mengingatkan warga agar menyimpan dokumen penting di tempat aman dan menjaga kesehatan anak-anak pascabanjir. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










