Review Album Baru ‘Spaceman’ Milik Nick Jonas

  • Whatsapp

NICK Jonas menambah deretan kesibukannya dengan meluncurkan album solo terbaru. ‘Spaceman’ dirilis pada 12 Maret kemarin, menyusul peluncuran single dengan judul sama satu minggu sebelumnya.

Dibandingkan dengan dua saudara Jonas yang lain, Kevin dan Joe, Nick memiliki paling banyak kesibukan. Pentolan group Jonas Brothers ini menjadi coach di The Voice, sekaligus host dan bintang tamu di Saturday Night Live. Ia juga akan merilis film ‘Chaos Walking’ dan sedang bersiap memerankan Frankie Vallie di versi streaming theater untuk ‘Jersey Boys.’

Bacaan Lainnya

Kesibukan tersebut masih ditambah dengan aksinya sebagai narator di drama misteri Apple TV, ‘The Call’ serta menjadi pembaca nominasi di Oscar 2021 bersama sang istri, Priyanka Chopra Jonas.

Diluncurkannya album ‘Spaceman’ menjadi kejutan tersendiri. Terutama karena album ini menjadi rilisan solo perdana Nick setelah reuni Jonas Brothers di tahun 2019. Seperti diketahui, diantara Jonas Brothers lain ia juga menjadi paling aktif secara musikalitas. ‘Spaceman’ merupakan album solo keempat Nick. Sedangkan kedua saudara lainnya masing-masing merilis satu album solo.

Nick membagi album ini menjadi 4 bagian dengan tema berbeda: distance, indulgence, euphoria, dan commitment. Masing-masing track di setiap tema memiliki lirik dengan narasi dan penggambaran berbeda. Meskipun setiap track mengusung garis merah genre yang sama.

“Spaceman” menjadi single promosi pertama dan terinspirasi dari pandemi COVID-19. Track ini juga mengungkap sisi lain Nick; sosok yang ia akui hanya muncul ketika berada di zona nyamannya: “Mask off minute I get home/All safe now that I’m alone.”

Tema distance yang menjadi narasi di tiga track pertama jelas terinspirasi dari proses kreatif album ini sendiri selama pandemi. Nick mengeksplorasi bagaimana isolasi memberi pengaruh mendalam pada keadaan emosional seseorang. Bagian kedua menggambarkan tentang coping mechanism dalam indulgence.

“Delicious” mengawinkan genre pop dengan funk. Track ini seakan pas bila dimasukkan ke dalam tracklist album ‘Who I Am’ yang dirilis pada 2010 silam. Nick menarasikan skenario manis untuk track berikutnya, “2Drunk.” “Now I’m dancing in the kitchen/Breaking all the dishes/Breaking all the rules that I set myself” dinarasikan melalui vokal memukau dengan iringan irama pop yang menggoda sekaligus mengalir halus.

“Sexual,” seperti judulnya, merupakan horny jam. Tidak hanya Nick menyangkutkan lagu ini dengan Marvin Gaye, namun juga menarasikan lirik dengan frasa-frasa seksual.

Meski jauh dari kualitas “Sexual Healing” atau “Let’s Get It On,” “Sexual” cukup catchy dan menarik. Terutama adanya instrumen sitar, yang sepertinya didedikasikan untuk sang istri yang memiliki darah India.

Secara tematik, ‘Spaceman’ berhasil memasukkan tema antariksa melalui suara sinyal radio sampai blip-blip futuristik. Album ini digarap bersama produser dan co-writer Greg Kurstin, yang sebelumnya berhasil melahirkan hits-hits pop untuk 3 dari 5 member One Direction, Maggie Rogers, Maren Morris, dan banyak lain. Keduanya meramu album dengan beat synth pop serta permainan drum ala Phil Collins.

Nick pun sukses memperlihatkan vokalisasi apik. Warna suara sang de-facto leader Jonas Brothers ini sendiri sudah sangat sempurna untuk genre pop. Ditambah dengan aplikasi adlib serta falsetto ciamik di beberapa track. Tidak berlebihan sepertinya bila mengatakan ‘Spaceman’ menjadi album dengan vokalisasi terbaik dari Nick Jonas. Terutama bila dibanding 3 rilisan sebelumnya.

Konsep interstellar yang tergarap dengan baik. Serta kualitas produksi dan musikalitas menjadikan album ini jauh dari kata mengecewakan. Meski track demi track tidak cukup catchy untuk memukau pendengar dan membuat mereka memutar ‘Spaceman’ on repeat.

Nick belum berhasil pula memberikan ke dalaman secara lirikal maupun makna dalam lagu itu sendiri. Membuat ‘Spaceman’ berakhir sebagai album yang hanya akan cocok didengarkan sambil lalu. **

Pos terkait