Razia Rutan di Samarinda, Napi Sembunyikan Ponsel di Bantal

Petugas dari Satuan Pengamanan Rutan Klas IIA Samarinda saat razia para warga binaan pada 1 September 2020 lalu (Dok/Istimewa)

RAZIA bilik sel warga binaan memang rutin dilakukan Satuan Pengamanan Rutan Klas IIA Samarinda. Maklum Jumat, 21 Agustus 2020 lalu Polsek Sungai Pinang, Samarinda mengungkap muslihat tiga narapidana dari dalam rutan. Gara-gara itu korban alami rugi hingga belasan juta. Ketiga napi ini pun sudah disanksi isolasi di strap sel.

“Razia ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan masuknya barang terlarang di dalam rutan. Baik narkoba maupun handphone,” ujar Akhmad Ferdian, kepala Satuan Pengamanan Rutan Klas IIA Samarinda, Rabu (2/9) siang.

Menurut Ferdian, razia ini memang rutin dilakukan dua pekan sekali. Jadi bukan karena ada kejadian saja baru bergerak. Pada Selasa, 1 September 2020, pihaknya mendapatkan 4 unit handphone. Razia ini berlangsung  selama 3 jam di tiga blok hunian. Mulai dari blok A, B dan C khusus sel perempuan. Selain empat ponsel, pihaknya juga berhasil mengamankan dua charger rakitan dan satu kabel rakitan untuk panaskan air.

“Benda-benda terlarang ini kami temukan di dalam bantal dan kasur warga binaan,” terangnya.

Bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang-barang terlarang ini akan diberikan sanksi. Mulai dari sel isolasi hingga penambahan proses pidana bila memang fatal. Tak hanya itu, dirinya juga sudah berpesan ke seluruh petugas keamanan Rutan Samarinda untuk lebih teliti saat memeriksa barang-barang titipan dari pengunjung.

“Tujuannya tak lain untuk mengurangi barang-barang tak diinginkan masuk ke dalam rutan,” tegasnya.

Dia mengakui bila penipuan dari bilik penjara Rutan Klas IIA Samarinda ini memang tak bisa dihindari. Maklum rumah tahanan ini tercatat memiliki 1.191 warga binaan, padahal maksimal hanya menampung 400 napi.

Sementara petugas keamanan hanya 70 orang. Jumlah itu tak ideal untuk proses pengamanan. Itu sebab penambahan petugas begitu diperlukan.

“Makanya kami sangat memperketat pengawasan demi menghindari kejadian sama terulang kembali,” pungkasnya. (*)

More Stories
Galang Dana Rp17 Juta, Ormawa Stitek Bontang Salurkan Sembako ke Warga Sekitar Kampus