Ratu Tisha Mundur dari PSSI

KEPUTUSAN besar diambil Ratu Tisha Destria. Mulai Senin (13/4/2020) dia tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI.

Kabar ini cukup mengejutkan sebab sepak terjangnya terbilang sangat apik. Sebagai sekjen wanita pertama dalam sejarah PSSI, dia turut berjasa ketika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Sebelum mengundurkan diri, Ratu Tisha menyampaikan salam perpisahan kepada pecinta sepak bola Tanah Air. Dia mengaku bangga pernah terlibat dalam kepengurusan PSSI.

“Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar, dan selalu ada jalan bagi yang tidak pernah lelah berusaha. Pada suatu kesempatan dengan para sahabat, saya pernah berkata ‘hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepak bola’. I have loved you for a thousand years, and i will love you for a thousand more. Because we love football,” ujarnya.

Sebelum menempati posisi Sekjen PSSI, Ratu Tisha merupakan Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan operator kompetisi Liga 1 2017.

Jabatan Direktur Kompetisi PT LIB menjadi milik Tisha pada Maret 2017. Satu bulan kemudian, Sekjen PSSI pada masa itu, Ade Wellington, memilih mundur dari posisinya.

Pada Mei 2017, PSSI membuka pendaftaran untuk posisi sekjen yang ditinggalkan Ade Wellington. Sebanyak 30 nama diumumkan PSSI sebagai calon sekjen dan akan mengikuti psikotes, salah satunya Ratu Tisha.

Dari 30 nama itu, Tisha lolos seleksi hingga lima besar. Tisha lolos bersama T. Alvin Papatria, Rudolf Paulus Yesayas, Alief Syachviar dan Norman Tri Aprianto.

Pada Juli 2017, Ratu Tisha terpilih sebagai sekjen baru PSSI menggantikan Ade Wellington. Iwan Budianto yang jadi Kepala Staf Ketua Umum PSSI ketika itu mengatakan dari 10 Komite Eksekutif (Exco) yang hadir, seluruhnya sepakat memilih Ratu Tisha menjadi Sekjen PSSI baru di sisa kepengurusan Edy Rahmayadi.

Dengan terpilih sebagai Sekjen PSSI, Tisha melepaskan jabatan sebelumnya sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru.

Kecintaan Ratu Tisha pada dunia si kulit bundar sebenarnya sudah terjadi sejak dia masih SMA. Menurut keterangan berbagai sumber, Ratu Tisha pernah menjadi manajer tim sepak bola di sekolahnya. Hal tersebut berlanjut ketika kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan matematika. Ratu Tisha dikenal sebagai manajer tim PS ITB.

Setelah lulus, ilmu yang dimilikinya dia gunakan untuk membentuk perusahaan penyedia data statistik sepak bola. Wanita kelahiran 30 Desember 1985 ini kemudian mengembangkan karier dengan bekerja di perusahaan minyak dan gas, sebelum akhirnya melanjutkan studi S2 di Benua Eropa.

Ratu Tisha kemudian tercatat sebagai satu-satunya perempuan Asia yang mendapatkan beasiswa FIFA Master International in Management, Law, and Humanities of Sports. Hal tersebut diraihnya pada 2013 lalu. Dia termasuk 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6.400 pendaftar.

Tiga tahun berselang, wanita berdarah Banten ini terlibat dalam penyelenggaraan Indonesia Soccer Championship (ISC). Dia kemudian menjadi sekjen PSSI pada 2017 di bawah pimpinan Edy Rahmayadi.

Berkat kinerjanya, Indonesia juga terpilih menjadi tuan rumah untuk empat ajang bergengsi ASEAN yang akan digelar tahun 2020 hingga 2022. Keempatnya adalah Piala AFF Wanita U-19 2020, Piala AFF Putri U-16 2020, Piala AFF U-16 2020 hingga 2022, serta Piala AFF U-19 2020 hingga 2022.

Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak termasuk Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri. Dia menyayangkan keputusan yang diambil oleh Ratu Tisha.

“Tentu menyayangkan karena dia punya andil terpilihnya kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun, itu pilihan. Dia ingin mengabdi di tempat lain, kami tidak bisa mencegahnya,” kata Cucu dikutip dari Antara.

Sejauh ini PSSI belum memiliki pengganti Ratu Tisha. Hal tersebut akan dibahas dalam waktu dekat.

“Akhir bulan ini PSSI akan rapat untuk membicarakan siapa penggantinya. Nanti ketua umum akan memberitahu kapan pastinya rapat dilakukan,” ujarnya.

Ratu Tisha merupakan sekjen wanita pertama sepanjang sejarah PSSI. Dia mengabdi dari 17 Juli 2017, dimana ketika itu PSSI masih dipimpin Edy Rahmayadi. (*)

More Stories
Dibuka Wagub Hadi, 49 Media Siber Bakal Hadiri Musprov I SMSI Kaltim