Pranala.co, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan kembali meraih prestasi nasional dengan memperoleh predikat Wiwerda dalam Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Capaian ini menunjukkan peningkatan satu tingkat dari penilaian sebelumnya.
Dari predikat yang diperoleh tersebut menempatkan Balikpapan sebagai daerah dengan raihan tertinggi di Kalimantan Timur. “Artinya, Balikpapan sudah masuk dalam kategori kota sehat,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati pada Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, predikat Wiwerda ini menjadi indikator kemajuan signifikan Kota Minyak dalam memenuhi berbagai indikator kota sehat yang ditetapkan pemerintah pusat. “Jadi, tinggal kerja keras lagi untuk bisa mencapai predikat tertinggi, yaitu Wistara,” tuturnya.
Alwiati menerangkan, untuk penilaian Kota Sehat mencakup sembilan tatanan. Mulai dari permukiman, transportasi, hingga sektor pariwisata.
Dari situ, beberapa sektor sudah dinilai dan menunjukkan kinerja positif, terutama pada tatanan perhubungan dan pariwisata.
Sejalan dengan capaian itu, kata dia, Pemerintah Kota Balikpapan berencana mengembangkan konsep pariwisata sehat sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat. “Pariwisata akan kami dorong menjadi pariwisata sehat melalui berbagai inovasi,” terangnya.
Inovasi ini akan dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari peningkatan fasilitas, kebersihan, hingga edukasi kepada masyarakat. Kendati demikian, Alwiati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di sektor kesehatan.
Salah satu faktor yang memengaruhi nilai penilaian adalah angka stunting yang masih mengalami peningkatan. “Stunting menjadi salah satu catatan penting karena berdampak pada pengurangan nilai,” ungkapnya.
Tambahnya, ini akan menjadi fokus evaluasi agar penanganannya lebih optimal. Berangkat dari capaian Wiwerda ini, pihaknya menargetkan peningkatan status menjadi Wistara pada penilaian berikutnya dengan memenuhi seluruh indikator penilaian yang ditetapkan.
Alwiati menegaskan bahwa penguatan sinergi lintas sektor serta kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota sehat yang berkelanjutan.
Mengingat penilaian Kota Sehat dilakukan setiap dua tahun sekali, seluruh tatanan akan terus dievaluasi agar berbagai kekurangan dapat diperbaiki dan ditingkatkan pada penilaian mendatang. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














