Prostitusi Daring di Samarinda; Tarifnya Rp1 Juta, Transaksi lewat MiChat

Pelaku diamankan Tim Beruang Tanah Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, 15 Maret 2021 lalu.

PRANALA.CO – Kasus prostitusi daring berhasil terungkap di Samarinda, Kalimantan Timur. Kasus ini merupakan tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak yang diungkap Tim Beruang Tanah Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, 15 Maret 2021 lalu.

Pengungkapan kasus ini terjadi di salah satu hotel Samarinda, Kaltim, sekira pukul 21.30 Wita. Polisi menangkap seorang pria berinisial EP (28), berperan sebagai muncikari.

Menurut PS Kapolsek Samarinda Kota, AKP M Aldy Harjasatya SE, S.Ik, tersangka EP alias A membuat akun dan menggunakannya di akun media sosial MiChat dengan memasang foto wanita seksi separuh badan tanpa tanpa wajah.

Akun tersebut akan menerima pesan pribadi dari pengguna akun MiChat dengan menyapa akun pelaku. Pelaku kemudian mengirimkan pesan “OPEN BO”.

Jila ada pelanggan yang tertarik, maka akan ditawarkan wanita dengan mengirimkan foto korban beserta tarif. Tarifnya berkisar Rp250 ribu hingga Rp1 juta sekali kencan.

Setelah sepakat dengan pelanggan mengenai tarif, pelaku dan pelanggan akan menentukan tempat kencan. Biasanya, tempat kencan bisa dilakukan di Kamar kost yang sudah disediakan pelaku di salah satu Kost wilayah Samarinda.

“Kalau ada pelanggan yang mau memilih tempat khusus, maka pelaku akan mengantar korban menuju tempat yang ditentukan pelanggan,” tambah AKP M Aldy Harjasatya melansir kliksamarinda.com.

Sementara, lanjut dia untuk sistem pembayaran dilakukan secara tunasi langsung kepada korban sebelum melakukan hubungan. Setiap orderan pelaku mendapatkan bagian Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain; 1 (satu) unit ponsel merek XIOMI Redmi Note 7 warna Biru Android milik tersangka yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya menggunakan aplikasi Mi Chat dan uang tunai senilai Rp700 ribu.

Tersangka dikenai pasal 2 ayat 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jo Pasal 76f Jo Pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 dan Tentang Perlindungan anak.

“Saat ini kasus ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Beruang Tanah Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota,” tutupnya.

 

[jie]

More Stories
Bukan Lagi ‘Zona Merah’, Kutim Masuk ‘Zona Ungu’ Corona, Penularan Kian Masif