Pranala.co, BONTANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya memberi manfaat bagi pelajar dan balita di Kota Bontang. Lebih dari itu, program ini juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Setiap dapur yang tergabung dalam program MBG membutuhkan minimal 10 tenaga kerja. Mulai dari juru masak, pengemas makanan, hingga petugas pengantar makanan ke titik distribusi sekolah dan posyandu.
Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa MBG adalah program padat karya. Oleh karena itu, warga lokal di sekitar dapur selalu diprioritaskan untuk dipekerjakan.
“Kami memang ingin program ini berdampak luas. Bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga membantu ekonomi warga sekitar,” ujar Surya, Senin (14/7/2025).
Target 15 Dapur di Kota Bontang
Surya menargetkan akan membangun 15 Dapur Mitra MBG di seluruh wilayah Bontang. Hingga saat ini, sudah ada dua dapur yang beroperasi penuh: Dapur Mitra Kanaan, dipimpin Raudatul Jannah dam Dapur Mitra Guntung, dipimpin Zaini
Sementara itu, dua dapur di Bontang Selatan dan satu di Bontang Utara kini sedang dalam tahap renovasi.
“Masih ada sekira 10 dapur lagi yang kami butuhkan. Kalau ada yang tertarik, silakan hubungi kami. Ini kesempatan emas,” ajaknya.
Tiga Syarat Menjadi Mitra MBG
Bagi warga atau pelaku usaha yang ingin bergabung menjadi mitra MBG, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi:
Antara lain; Menyiapkan lokasi dapur yang layak untuk produksi makanan; Menyediakan peralatan pendukung, seperti kompor, alat masak, dan kemasan; dan Memiliki armada (kendaraan) untuk mengantar makanan ke sekolah dan posyandu.
Menurut Surya, program ini sangat cocok bagi pelaku usaha katering atau pemilik usaha rumahan yang ingin berkembang sekaligus berkontribusi sosial.
“Kami butuh mitra yang serius dan siap bekerja cepat. Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga pelayanan sosial,” tegasnya.
Dengan bertambahnya Dapur Mitra, diharapkan ribuan pelajar, balita, ibu hamil, dan menyusui akan mendapatkan asupan makanan bergizi. Di sisi lain, program ini juga membantu membuka lapangan kerja baru dan mendukung ekonomi lokal secara langsung.
“Kami ingin MBG bukan hanya program makan gratis, tapi juga gerakan pemberdayaan warga,” pungkas Surya.
















