Pranala.co, BONTANG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pesisir ternyata tidak semudah di sekolah daratan. Tantangan distribusi makanan menjadi perhatian serius, terutama di SDN 016 Kampung Tihi-tihi yang berada di tengah laut.
Kepala sekolah, Tri Ayu Ningsih Puji Astuti, mengaku khawatir dengan hambatan teknis yang bisa terjadi.
“Bagaimana untuk penyaluran ke wilayah pesisir, karena pasti bakal terkendala dengan cuaca maupun transportasi,” ujarnya dalam forum bersama pemerintah, Jumat (29/8/2025).
Kekhawatiran itu langsung dijawab Kepala SPPB BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra. Ia memastikan, mekanisme distribusi MBG ke sekolah pesisir tetap akan disiapkan secara khusus.
“Satgas untuk daerah pesisir akan dibentuk oleh DKP3. Dapurnya memang berada di darat, tapi nanti dibangunkan dapur satelit di wilayah tersebut,” jelas Surya.
Dengan adanya dapur satelit, makanan bisa lebih mudah disalurkan. Kendala cuaca laut yang kerap berubah-ubah diharapkan tidak lagi menghambat.
Menurut Surya, langkah ini penting agar siswa di sekolah pesisir tetap mendapat hak yang sama seperti anak-anak di daratan.
“Tujuannya agar distribusi lebih terjamin. Semua siswa, baik di darat maupun pesisir, tetap mendapatkan akses terhadap program MBG,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, implementasi di daerah pesisir memang memerlukan strategi khusus. (pra)

















