Pranala.co, PANGKEP — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan sejak Januari 2025 ternyata belum dirasakan semua sekolah di Kabupaten Pangkep. Meski berjalan di beberapa titik, banyak satuan pendidikan masih menanti giliran.
Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Pangkajene. Kepala sekolahnya, Alim Zamad, mengaku sekolahnya belum menerima program tersebut.
“Kalau sekolah saya belum berjalan MBG-nya. Tapi sudah ada yang datang mendata jumlah siswa sekitar seminggu lalu, dari pengelola dapur MBG,” kata Alim saat ditemui, Selasa (22/7/2025).
Ia berharap seluruh sekolah di Pangkep bisa segera mendapatkan layanan makan bergizi, demi pemerataan manfaat bagi siswa.
Belum Semua Tersentuh
Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Sabrun Jamil, mengakui bahwa pelaksanaan MBG memang dilakukan bertahap. Program ini dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Sejak Januari sudah mulai di wilayah Kecamatan Minasatene, khususnya di Japing-japing. Kemudian awal Juli, dapur gizi di Matampa Bungoro juga mulai beroperasi,” jelas Sabrun.
Namun ia menambahkan, satu kecamatan pun belum seluruhnya terlayani. Pasalnya, satu dapur gizi hanya mampu menjangkau sekira 3 ribu siswa.
Berikut ini beberapa sekolah yang telah menerima MBG di dua kecamatan:
Kecamatan Minasatene:
- PAUD Pelita
- TK Idata Kalibone
- SDN 17 Langnga-Langnga
- SDN 22 Soreang
- SDN 23 Japing-Japing
- SDN 24 Kalibone
- SDN 25 & 26 Taraweang Kabba
- SDN 30 Panaikang
- SDN 53 Banggae
- MIN Pangkep
- SMP 1 & 2 Minasatene
- MTs Guppi Bontolangkasa
- SMA 20 Pangkep
- SMK 3 Pangkep
- MA Darul Fath Bontolangkasa
Kecamatan Bungoro:
- SDN 1 & 2 Lejang
- SDN 3 Sambungjawa
- SDN 19 Malewang
- SDN 11 Pasui
- SMPN 1 Bungoro
- SMK 2 Pangkep
Menurut Sabrun, keterlambatan juga disebabkan koordinasi yang belum optimal antar instansi. Di Pangkep, pendidikan diatur oleh tiga lembaga: Dinas Pendidikan Daerah (PAUD-SMP), Kemenag (madrasah), dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi (SMA-SMK).
“Targetnya semua siswa dapat MBG tahun ini. Tapi kesiapan mitra di lapangan belum seragam,” ujarnya.
Total ada 28.918 siswa, termasuk santri dan ibu hamil, yang ditargetkan menerima layanan MBG di Pangkep.
Untuk wilayah kepulauan, pemerintah masih mencari formula distribusi terbaik agar program tidak terhambat. Salah satu skenario yang sedang digodok adalah melalui kantin sekolah atau kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Idealnya Pangkep butuh 27 unit layanan dapur gizi agar program bisa menjangkau seluruh wilayah,” pungkas Sabrun.


















