BONTANG, Pranala.co – Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi VIII Kalimantan Timur (Porprov VIII Kaltim) akhirnya terjawab. Ajang olahraga multievent terbesar di Benua Etam itu resmi dijadwalkan berlangsung November 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi lanjutan yang dihadiri seluruh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, di Pendopo Bupati Paser, Kamis (2/4/2026).
Dengan adanya kepastian jadwal, seluruh daerah kini memiliki acuan untuk mematangkan persiapan, mulai dari pembinaan atlet hingga penganggaran.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa keputusan pelaksanaan Porprov sudah final.
“Porprov akan digelar akhir tahun 2026. Ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk memaksimalkan persiapan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menghadapi ajang tersebut, Bontang memilih strategi realistis dengan menitikberatkan pada kualitas atlet. Di tengah keterbatasan anggaran, seleksi dilakukan secara ketat dengan fokus pada atlet yang memiliki peluang besar meraih medali.
“Target kami jelas, masuk lima besar. Karena itu, hanya atlet dengan peluang medali yang akan diberangkatkan,” tegasnya.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi andalan Bontang, di antaranya menembak, pencak silat, dan sepak bola. Selain itu, cabang unggulan lainnya juga tengah dipersiapkan untuk mendulang poin maksimal.
Evaluasi dari Porprov sebelumnya menjadi pijakan penting dalam menyusun strategi kali ini. Pemusatan latihan yang telah dimulai lebih awal turut menumbuhkan optimisme dalam meningkatkan capaian prestasi.
“Dengan pendekatan berbasis kualitas, kami berharap dapat menjaga bahkan meningkatkan prestasi daerah,” kata Eko.
Selain fokus pada prestasi, Bontang juga menyatakan kesiapan jika dipercaya menjadi daerah pendukung penyelenggaraan pertandingan. Namun, penetapan venue masih menunggu keputusan dari panitia besar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Jika diminta menyiapkan venue, kami siap berkoordinasi dan mendukung penuh kesuksesan Porprov,” tambahnya.
Porprov VIII Kaltim 2026 akan menghadirkan sejumlah penyesuaian strategis guna meningkatkan efisiensi dan pemerataan pelaksanaan.
Di antaranya: Pengurangan nomor pertandingan untuk menyesuaikan anggaran; Prioritas pada atlet potensial, bukan pengiriman massal; Desentralisasi cabang olahraga, tidak terpusat di satu wilayah; Beberapa cabang seperti layar, golf, squash, rugbi, dan bowling digelar di daerah lain sesuai ketersediaan fasilitas. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















