Pranala.co, SAMARINDA – Peresmian Rumah Sakit (RS) Mulya Medika di Samarinda Seberang, Kalimantan TImur (Kaltim) tak hanya disambut gembira, tapi juga menuai sorotan.
Pasalnya, nama Andi Satya Adi Saputra, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, ikut terseret karena diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Mira Mulya Abadi Medical, perusahaan pemilik RS tersebut.
Kondisi ini memicu perbincangan soal potensi konflik kepentingan. Apalagi, Andi Satya menduduki posisi strategis di DPRD yang membidangi sektor kesehatan.
Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai situasi ini patut dicermati.
“Meskipun regulasi tidak secara eksplisit melarang, rangkap jabatan bisa jadi persoalan jika memengaruhi fungsi dan kewenangan anggota DPRD,” ujarnya.
Herdiansyah menambahkan, potensi konflik kepentingan semakin besar jika rumah sakit bekerja sama dengan BPJS. DPRD, katanya, punya peran dalam penganggaran, legislasi, dan pengawasan, yang bisa bersinggungan langsung dengan kebijakan kesehatan.
“Bagaimana bisa objektif jika DPRD membahas anggaran kesehatan sementara ada kepentingan bisnis pribadi di dalamnya?” tegasnya.
Herdiansyah menekankan, masalah utama bukan soal legalitas, melainkan etika jabatan publik. “Seorang wakil rakyat harus fokus penuh pada fungsi legislasinya. Rangkap jabatan bisa membuat perhatian mereka terbagi,” ujarnya.
Penjelasan Andi Satya
Merespons kritik tersebut, Andi Satya menegaskan bahwa ia bukan Direktur Utama RS Mulya Medika.
“Meluruskan dulu, saya Direktur Utama PT Mira Mulya Abadi Medical, bukan direktur rumah sakitnya,” ujarnya.
Menurutnya, perusahaan yang dipimpinnya murni swasta dan tidak bersentuhan dengan APBD maupun kontrak pemerintah. RS Mulya Medika dibangun dengan modal mandiri sebagai kontribusi untuk warga Samarinda Seberang.
“Selama ini masyarakat harus menyeberang jauh untuk mendapat layanan kesehatan modern. Kehadiran rumah sakit ini justru solusi, bukan masalah,” jelasnya.
Andi juga menegaskan operasional rumah sakit dijalankan oleh tenaga profesional di bawah kepemimpinan Direktur RS Mulya Medika, dr. Khairani Hajjah.
“Saya hanya fokus pada visi, pengawasan, dan memastikan standar layanan tetap baik. Tidak ada konflik dengan tugas saya di DPRD,” katanya.
Sementara itu, Andi Satya menilai kehadirannya di dunia usaha adalah bentuk pengabdian ganda: sebagai legislator dan sebagai pengusaha yang menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















