Pranala.co, BALIKPAPAN – Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan akhirnya bisa bernapas lega setelah bertahun-tahun bekerja dengan jumlah hakim yang jauh dari ideal. Kondisi minimnya hakim kerap membuat proses persidangan berjalan lambat karena harus menangani banyak perkara, baik pidana maupun perdata.
Memasuki tahun 2025, sepuluh hakim baru resmi bergabung, mengakhiri masa panjang ketika PN Balikpapan hanya diperkuat delapan hakim aktif untuk menangani ratusan perkara.
Humas PN Balikpapan, Ari Siswanto, mengatakan tambahan hakim ini langsung mengubah ritme kerja di pengadilan. Karena dapat menangani perkara dengan efektif.
“Tentunya, tujuannya agar perkara bisa selesai lebih cepat,” ujarnya Ari usai persidangan, Selasa (18/11/2025).
Ari mengungkapkan, sepanjang 2024 PN Balikpapan harus menangani lebih dari 500 perkara pidana dan 300–400 perkara perdata.
Saat itu, sebutnya, hanya 7–8 hakim yang menangani perkara. Tentu beban kerja melonjak dan membuat para hakim bekerja hingga larut malam hampir setiap hari.
Bahkan, kata Ari, satu hakim bisa menangani 80–100 perkara pidana dalam sehari. “Misalnya seperti setiap Rabu itu bisa sampai 100 lebih perkara yang ditangani,” ungkapnya.
Tambahnya, jika melihat dari Data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) juga menunjukkan banyak kasus yang melewati standar waktu penyelesaian 5–6 bulan.
“Itu menjadi bukti bahwa jumlah hakim sebelumnya tidak mencukupi. Dengan tambahan hakim ini merupakan tindak lanjut dari dorongan Ketua Pengadilan Tinggi agar PN Balikpapan mendapat personel baru.
Idealnya, PN memiliki 15 hakim, namun baru tahun ini pengadilan mendapat penambahan signifikan hingga 10 orang sekaligus.
Dari jumlah tersebut, sembilan hakim sudah mulai bertugas, sementara satu hakim lainnya sedang dalam proses kedatangan.
“Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Tegal, Blora, dan Poso. Ari menyebut para hakim muda ini cerdas dan kompeten,” ungkapnya.
Dengan total 18 hakim aktif, termasuk Wakil Ketua Pengadilan, Ari memastikan distribusi perkara kini lebih seimbang dan tidak ada lagi hakim yang harus lembur setiap malam.
“Situasi kerja sudah jauh lebih longgar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk satu pengadilan negeri, jumlah ini sudah cukup,” terangnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










