LAMONGAN, Pranala.co — Persiba Balikpapan kembali menelan pil pahit. Tuan rumah Persela Lamongan menghukum tim berjuluk Beruang Madu tersebut dengan skor telak 2-0 dalam lanjutan pekan ke-22 Championship 2025/2026 di Stadion Surajaya, Sabtu (28/3/2026).
Dua gol penentu kemenangan Persela dicetak Adam Malik pada menit ke-55 dan Rizki pada menit ke-78. Kekalahan ini menjadi yang kelima bagi Persiba dalam lima pertandingan terakhir—tiga hasil imbang disusul dua kekalahan beruntun.
Secara statistik, Persiba sebenarnya unggul di babak pertama. Penguasaan bola tim asuhan Leonard Tupamahu mencapai 62 persen dengan sejumlah peluang tercipta. Namun, dominasi tersebut tak mampu diubah menjadi gol.
“Babak pertama kami coba untuk menguasai bola, menciptakan peluang. Tapi karena persiapan kami sangat minim, kelihatan anak-anak kedodoran secara fisik,” ujar Leonard Tupamahu usai pertandingan.
Pelatih asal Maluku itu tak sungkan mengungkapkan penyebab kekalahan timnya. Menurutnya, hasil buruk yang diraih merupakan akumulasi dari berbagai persoalan nonteknis yang melanda internal tim.
“Secara hasil memang kami sangat kecewa. Ini adalah puncak dari hal-hal yang terjadi di tim ini. Terutama hal nonteknis di dalam tim. Jadi menurut saya, ini adalah puncaknya,” tegasnya.
Salah satu kendala teknis yang dihadapi adalah keterlambatan kedatangan tim ke Lamongan. Akibatnya, Persiba tak sempat menjalani official training atau uji coba lapangan sehari sebelum laga.
Kelemahan fisik pemain di babak kedua dimanfaatkan Persela dengan maksimal. Dua gol tercipta dalam kurun waktu 23 menit, memastikan tiga poin bagi tuan rumah.
“Babak kedua, Persela menurut saya tampil bagus, kami minim menciptakan peluang. Dan ada beberapa perhatian dari saya, beberapa momen kami salah dan akhirnya dihukum oleh Persela,” tutur Leonard.
Gelandang Persiba, Dwiki Arya, menyuarakan kekecewaan serupa. “Hasil pertandingan ini sangat mengecewakan bagi kami, di luar kondisi dan situasi yang kami alami. Seperti pelatih bilang, ini adalah puncaknya. Kami juga para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin menjalankan instruksi dari pelatih, tapi memang hasilnya sangat mengecewakan bagi kami,” ungkapnya.
Kekalahan ini menempatkan Persiba dalam posisi genting. Saat ini mereka menempati peringkat 8 dengan koleksi 17 poin—hanya selisih satu angka dari PSIS Semarang yang berada di peringkat 9, batas zona degradasi.
Yang lebih mengkhawatirkan, PSIS Semarang yang menguntit di belakang masih menyimpan satu pertandingan sementara Persiba sudah menyelesaikan jadwal pekan ini. Artinya, posisi Beruang Madu bisa saja terjungkal ke zona merah dalam hitungan jam. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















