Persiapan Belajar Tatap Muka, 5 Ribu Guru di Balikpapan Sudah Divaksin

  • Whatsapp
Pemberian vaksinasi COVID-19 bagi pengajar di Balikpapan Kaltim, Selasa (2/3/2021).

BALIKPAPAN – Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan, sudah 61 persen dari 9.060 guru atau sekira 5.500 guru telah menerima vaksinasi COVID-19 baik dosis pertama maupun dosis dua.

“Capaian ini, kita dapatkan dari 6 kali melaksanakan vaksinasi massal,” kata dr Juliarty, Selasa.

Bacaan Lainnya

Pada awal pekan ini juga Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan mengundang 300 guru untuk divaksinasi. Juga ada dalam daftar 350 guru di madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah yang diusulkan Kementerian Agama.

Menurut Kadinkes, dirinya optimistis pada Juli mendatang vaksinasi untuk guru telah selesai sehingga belajar tatap muka di sekolah bisa berlangsung kembali.

“Insya Allah, target Juli bisa kita capai. Kita punya waktu dan tenaga dan siap bekerja keras. Tinggal vaksinnya saja ini yang kita tunggu kedatangannya,” lanjut dr Juliarty mengutip Antara.

Dinas Pendidikan juga memberikan kerja sama yang sangat baik dengan berkoordinasi dan memberikan data yang diperlukan. Ketika vaksin tersedia, Dinas Kesehatan tinggal meminta guru-guru datang di acara vaksinasi massal.

Vaksinasi guru sendiri menjadi syarat diselenggarakannya kembali belajar tatap muka di sekolah, sementara belajar tatap muka sendiri sudah menjadi perintah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nabil Makarim untuk segera dilangsungkan kembali.

“Begitu semua guru sudah divaksin, segera kembali belajar tatap muka di sekolah, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Menteri Nadiem saat berkunjung ke Balikpapan dan meninjau vaksinasi massal para guru di Dome awal April lalu. Hari itu tidak kurang dari 600 guru se-Balikpapan mendapat vaksin Sinovac.

Selain guru sudah divaksin, syarat lain belajar tatap muka adalah jumlah siswa yang hadir ke sekolah dibatasi separuh dari siswa yang ada.

“Jadi kalau di kelas ada 40 siswa, yang hadir 20 saja untuk satu kesempatan belajar tatap muka. Sekolah bisa mengatur apakah siswa yang hadir bergiliran,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin pada kesempatan yang sama. **

Pos terkait