BONTANG, Pranala.co — Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) penghasil gas alam terbesar di Indonesia, mengejar target menjadi kota pertama yang sepenuhnya menggunakan jaringan gas rumah tangga (Jargas). Saat ini, 14 dari 15 kelurahan sudah terpasang pipa induk, tinggal 4.034 sambungan di Kelurahan Bontang Lestari untuk mencapai 100 persen cakupan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan hal ini dalam audiensi bersama jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (31/3/2026). “Waktu itu mimpinya adalah menjadikan Bontang sebagai City Gas di Indonesia, karena kita punya LNG [liquefied natural gas],” ujarnya.
Pembangunan Jargas di Bontang dimulai 2011 dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah Kota Bontang membangun 3.504 sambungan, bertambah 1.381 pada 2014, 800 pada 2017, dan melonjak 5.005 pada 2018. Total sambungan mencapai 18.436 unit.
Perkembangan berlanjut September 2025 saat Neni menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama 15 daerah. Bontang mendapat alokasi 10.553 sambungan rumah (SR) di 14 kelurahan.
“Alhamdulillah pipa induk sudah terpasang di hampir semua kelurahan. Dari total 15 kelurahan, saat ini 14 sudah terpasang,” ujarnya. “Tinggal satu yaitu di Kelurahan Bontang Lestari yang merupakan buffer zone LNG. Waktu itu belum terjangkau karena jaraknya jauh dan keterbatasan anggaran.”
Wali Kota Neni menjelaskan masih terdapat kekurangan sekira 4.034 sambungan untuk memenuhi kurang lebih 900 kepala keluarga di Bontang Lestari.
“Khusus di Bontang Lestari tinggal sekira 900-an. Kalau ini bisa terpasang semua, insya Allah Bontang bisa menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang full menggunakan Jargas,” katanya.
Hingga saat ini belum ada kota di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan Jargas. Neni menyebut ini momentum baik karena Bontang hanya membutuhkan sekira 4.000 sambungan lagi.
“Jika ini terwujud, tentu menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya kami di Bontang apabila dapat mendeklarasikan diri sebagai City Gas,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bontang berkomitmen mendukung pengembangan Jargas dengan menyediakan kemudahan tata ruang dan perizinan, memberikan insentif fiskal sesuai regulasi, serta menjamin dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan masyarakat.
“Kami juga siap berkolaborasi dengan Ditjen Migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan badan usaha milik daerah. Harapan kami, dengan pertemuan ini, program Jargas di Kota Bontang bisa terus berlanjut,” jelas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















