Percepat Test Swab, Kaltim Bakal Operasikan 3 Unit Alat PCR

  • Whatsapp
Ilustrasi test swab dengan PCR.

TIGA unit alat PCR (Polymerase Chain Reaction) tiba di Kalimantan Timur untuk mempercepat proses swab test COVID-19. Alat ini akan berada di tiga tempat berbeda.

Pertama, PCR itu akan ada di Balikpapan yakni di RS Pertamina Balikpapan dan dua unit di Samarinda, yakni di RSU AW Syahranie Samarinda dan laboratorium kesehatan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak mengatakan, dua unit alat PCR yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat sudah tiba di Kaltim, sementara satu lainya masih dalam perjalanan. “Alat ini khusus didatangkan oleh Kaltim untuk membantu pengecekan swab,” katanya, Kamis (7/5) petang.

BACA JUGA:
Data Penerima Bantuan Covid-19 di Samarinda Banyak Salah hingga Tumpang Tindih

Ia memprediksi test swab akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Kini pemprov masih menunggu ketersediaan reagen. “PCR di RSUD AW Syahranie memang secara teknis pada dasarnya sudah siap digunakan,” ujar Andi M Ishak.

Pihaknya pun sudah berkomunikasi dan sudah selesai, dan penawaran sudah masuk. Disampaikan ke rekanan, reagen sudah ada di Jakarta. Hanya saja batal didistribusikan ke daerah, tanpa alasan yang jelas.

“Sehingga, daerah diminta untuk melakukan pembelian langsung (reagen) pada distributor yang sudah mendatangkan reagen untuk PCR,” tambah Andi.

Bacaan Lainnya

https://www.instagram.com/p/B_5DN4Yp4Ht/?igshid=1ny4wv3jpeh4u

Andi berujar hasil pengujian sampel swab menjadi sangat penting bagi percepatan penanganan COVID-19 di daerah karena kepastian status pasien menentukan penanganan yang akan diberikan tim medis. Sejauh ini, penggunaan rapid test belum sepenuhnya akurat.

“Dari beberapa tes yang menggunakan rapid test terlihat bahwa tidak semua hasil rapid test menunjukkan akurasi yang tepat karena banyak ditemukan rapid test dengan hasil palsu,” kata Andi.

Andi mencontohkan rapid test yang belum akurat itu. Hasil tes swab-nya sudah keluar, semua tenaga medis di Puskesmas Kecamatan Long Kali dan Kecamatan Long Ikis hasilnya negatif. Jadi dalam waktu dekat dua puskesmas itu akan dibuka kembali dan segera memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rapid Test Kedua Negatif, 97 Nakes di Paser Kembali Bekerja

BANYAK kejadian, hasil rapid test yang sebelumnya reaktif, ternyata pada rapid test kedua hasilnya negatif. Hal ini terjadi pada para tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Long Ikis dan Long Kali, Kabupaten Paser.

Sebelumnya, Pemkab Paser mengkonfirmasi sebanyak 67 petugas medisnya di Puskesmas Long Ikis dan 30 petugas medis di Puskesmas Long Kali dinyatakan reaktif pada uji rapid test pertama. Petugas medis ini menjalani rapid test karena terindikasi melakukan kontak saat menangani pasien positif Covid-19 dengan kode PSR 2.

Ke-97 petugas medis tersebut saat ini diisolasi di Puskesmas Long Ikis dan Long Kali. Kondisi mereka dalam keadaan stabil atau sehat. Aktivitas pelayanan di kedua puskesmas itu pun ditutup. Namun, dalam keterangan terbaru kepada awak media pada hari ini, Kamis (7/5), Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak mengatakan bahwa hasil rapid test kedua yang dilakukan kepada petugas medis di Paser tersebut menunjukkan non-reaktif.

“Ternyata setelah dilakukan rapid test ulang pada tenaga kesehatan, maka diperoleh hasil semuanya tidak reaktif (negatif rapid test),” ujarnya.

BACA JUGA:
Lagi, 13 Nakes di Bontang Negatif Corona, Boleh Pulang usai Karantina

Sehingga sudah dua hari ini Puskesmas Long Ikis telah kembali beroperasi, demikian juga Puskesmas Long Kali yang sempat tutup satu hari. Oleh karena itu, Andi meminta agar masyarakat memahami benar-benar fungsi rapid test, yang memang bukan untuk melakukan diagnosa seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

“Tetapi berfungsi dalam rangka melakukan skrining sedini mungkin untuk memudahkan kita mengelompokkan seseorang yang memiliki potensi terpapar atau tidak,” pungkasnya. (*)

Pos terkait