Pranala.co, BONTANG — Perang melawan narkoba di Kota Bontang kini memasuki babak baru. Tidak lagi hanya soal penindakan, tapi menyentuh banyak sisi kehidupan masyarakat.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang resmi mengusung jargon “War on Drugs for Humanity”, sejalan dengan program 100 hari kerja Kepala BNN RI yang baru.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, menjelaskan ada empat bidang utama yang diperkuat: pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan.
“Empat bidang ini kami perkuat agar masyarakat semakin terlindungi dari ancaman narkotika,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Upaya pencegahan dilakukan lewat pengembangan desa dan kelurahan bersinar (bersih narkoba). Program edukasi juga diperluas ke sekolah, tempat kerja, hingga pembinaan peran teman sebaya.
Media sosial ikut dimanfaatkan. Informasi antinarkoba kini dikemas digital agar mudah diakses publik. “Efeknya sejauh ini sangat besar,” tambah Lulyana.
BNN Bontang juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi di kawasan rawan narkoba. Warga diberi pelatihan keterampilan agar bisa membuka usaha mandiri.
Modal awal disokong lewat program CSR perusahaan. Jika usaha bertahan minimal enam bulan, perbankan siap menambah dukungan modal.
“Tujuannya sederhana. Kalau masyarakat punya kegiatan produktif dan ekonomi lebih kuat, mereka tidak mudah terjerumus dalam peredaran gelap narkoba,” tegasnya.
Saat ini, Bontang hanya memiliki dua Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), yakni RSUD Taman Husada dan Puskesmas Bontang Utara 1.
BNN mendorong penambahan IPWL baru agar layanan rehabilitasi lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Untuk pemberantasan, BNN Bontang memanfaatkan teknologi geospasial. Data kawasan rawan narkoba dipetakan secara detail. Dengan begitu, pengawasan dan penindakan bisa lebih tepat sasaran.
Lulyana menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan aparat semata. Semua pihak harus terlibat.
“Dengan berbagai upaya ini, harapan kami bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman,” harap Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








