Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Balikpapan · 30 Apr 2022 20:50 WITA ·

Penyelundupan 4.100 Ton CPO di Perairan Kaltim Digagalkan


 TNI Angkatan Laut (AL) melalui KRI Mandau berhasil mengamankan Kapal TB NSS2 dan tongkang Bumi Pama 1 yang membawa Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 4.100 ton pada Jumat (29/4/2022) di Perairan Teluk Balikpapan – Makassar. Perbesar

TNI Angkatan Laut (AL) melalui KRI Mandau berhasil mengamankan Kapal TB NSS2 dan tongkang Bumi Pama 1 yang membawa Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 4.100 ton pada Jumat (29/4/2022) di Perairan Teluk Balikpapan – Makassar.

pranala.co – KRI Mandau 621 menangkap kapal pengangkut crude palm oil (CPO) yakni TB NSS-2 dan kapal tongkang Bumi Palma 1 di perairan Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapal pengangkut CPO milik PT Cemerlang Makmur Abadi dan PT Sinar Mas ini dalam rute pelayaran Samarinda – Kota Baru Kalimantan Selantan (Kalsel). Kapal dan ABK langsung diserahkan Pangkalan TNI AL Kota Balikpapan, Sabtu (30/4/2022).

Kapal berbendera Indonesia ini kedapatan mengangkut sebanyak 4.100 CPO. Presiden Joko “Jokowi” resmi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng pada Jumat 28 April 2022 lalu.

“Tindakan ini sesuai dengan instruksi presiden tentang larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng itu sendiri,” ujar Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut Pelaut (P) Rasyid Al Hafiz, MMaritimePol, M.Tr.Hanla, di Mako Lanal Balikpapan, Sabtu (29/4/2022).

TNI AL mendapati bukti awal pelanggaran dalam penangkapan kapal ini. Didapat ada beberapa bukti awal pelanggaran, terkait dengan pelayaran, dan sertifikat bongkar barang berbahaya.

Dikatakannya, nakhoda kapal yang menjalani pemeriksaan tidak dapat menunjukkan sertifikat bongkar barang berbahaya, asuransi keselamatan barang berbahaya. Kemudian ada juga beberapa lainnya, seperti radio yang tidak sesuai, peralatan meteorologi yang tidak sesuai, tidak lengkap dan rusak.

“Dan ini cukup membahayakan dalam sebuah pelayaran,” tegasnya.

Saat ini, Lanal Balikpapan akan terus melakukan penyelidikan temuan bukti awal pelanggaran. Sedangkan untuk dokumen muatan CPO saat ini masih terus didalami.

“Pasalnya, saat ini modus penyeludupan ekspor CPO ini, bisa dilakukan secara langsung, namun juga bisa dilakukan antar pulau,” ungkapnya.

Rasyid menegaskan, TNI AL merespons instruksi presiden tentang pelarangan ekspor CPO ke luar negeri. Instruksi dari Mabes TNI yang diteruskan pada seluruh jajaran dan fungsi pangkalan.

Soal muatan CPO seberat 4.100 ton ini, Rasyid memastikan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Apakah ada potensi pelanggaran ekspor sesuai tuduhan awal.

Pasalnya, penyelundupan CPO ada yang langsung maupun tidak langsung.

“Secepatnya penyelidikan lanjutkan kita akan lakukan, sehingga kita akan atau opsi apa yang akan dilakukan dengan dua kapal tangkapan ini,” ucapnya.

TNI AL masih memeriksa tiga orang yakni nakhoda dan 2 orang kru kapal. Di mana pemeriksaan akan dilaksanakan Tim Opsnal dan Tim Hukum TNI Angkatan Laut. (ds/id)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Karantina 18 Hari Dulu, Sapi asal Sulawesi Diizinkan Masuk Balikpapan

26 Mei 2022 - 14:31 WITA

IMG 20220526 173053

Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

25 Mei 2022 - 21:29 WITA

IMG 20220525 212409

Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

25 Mei 2022 - 18:49 WITA

IMG 20220525 191915

Aksi Heroik Petugas BPBD Balikpapan Selamatkan Kucing Terjebak Dalam Pipa

25 Mei 2022 - 09:14 WITA

IMG 20220525 095007

Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng di Balikpapan Masih Mahal

24 Mei 2022 - 09:38 WITA

MINYAK GORENG

Balikpapan bakal Miliki Taman Tematik Orchidarium Senilai Rp1 Miliar

23 Mei 2022 - 18:57 WITA

IMG 20220523 205516
Trending di Balikpapan