Pengundian Lapak 8 Hari, Pasar Rawa Indah Diresmikan Agustus

Asdar Ibrahim, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Bontang

PENGUNDIAN lapak Pasar Rawa Indah dimulai hari ini, Selasa, 16 Juni 2020. Semuanya berjalan lancar. Prosesnya pun membagi pedagang berdasar jenis jualan. Rencananya, pengundian ini memakan waktu 8 hari. (Sebelumnya tertulis 6 hari karena kesalahan redaksi)

Mekanisme pengundian pun dilakukan secara digital. Tiap pedagang wajib membawa surat undangan pengundian. Satu lapak satu orang. Agar bisa mendapatkan nomor lapak, pedagang menekan tombol sembari nomor lapak diacak di layar yang telah tersedia. Ketika berhenti maka lapak itu menjadi milik pedagang tersebut.

“Hari ini (Selasa, 16 Juni, red) kami mengundang 173 pedagang. pedagang ikan, daging, ayam, ikan kering. Besok dan lima hari ke depan ada lagi pengundian,” jelas Asdar Ibrahim, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) didampingi Kepala UPT Pasar, Haedar ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 16 Juni 2020.

Proses pengundian dan pembagian lapak diakui Asdar berjalan lancar. Memang, sebelumnya ada tarik ulur soal kesepakatan pedagang sembako yang menolak berjualan di lantai 3. Namun, selepas konsolidasi dan mediasi, semuanya sudah sepakat. Pembagian lapak berdasar lantai jualan tidak jadi masalah.

“Sudah tidak ada masalah. Semuanya kembali ke kesepakatan awal. Pedagang sembako dan pakaian berjualan di lantai 3,” kata Asdar.

Jika merujuk data UPT Pasar, tiap lantai akan ditempati para pedagang berdasar jenis jualannya. Di lantai 1 misalnya. Penjual ikan, telor, daging ayam, kue, kelapa, plastik, warung, hingga bumbu jadi. Semuanya total ada 259 pedagang.

Bergeser ke lantai dua. Di lantai ada penjual sayur mayur, ikan kering, emas dan perhiasan, kosmetik, sepatu hingga aksesoris, buah-buahan, tahu dan tempe; maianan, hingga perlengkapan sekolah. Totalnya ada 486 pedagang.

Sementara untuk lantai 3, ada penjual pakaian, sembako. Semuanya total ada 500-an pedagang. Sedangkan lantai dasar dijadikan lokasi parkir mobil. Sedangkan motor parkir di sisi kanan bangunan. Total luas pakir bisa menampung kisaran 40-an mobil dan 700 lebih roda dua.

“Insya Allah akan kami pantau juga soal keamanannya. Ada 16 titik CCTV tersebar di bangunan baru ini,” tambah Asdar.

Disinggung soal proses pemindahan pedagang ke bangunan baru berlantai empat itu. Asdar bilang akan dilakukan bertahap, paling lambat awal Juli usai pengundian lapak kelar. Mula-mula, penjual sayur mayur akan lebih duluan menempati lapaknya sesuai nomor pengundian. Alasannya, tanah sewa di pasar sementara Rawa Indah juga berakhir bulan ini. “Mau enggak mau memang harus pindah, karena masa sewa tanahnya berakhir bulan ini,” ujarnya.

Suasana pengundian lapak Pasar Rawa Indah, Selasa, 16 Juni 2020

Selepas itu barulah perlahan-lahan akan pindah seluruh pedagang sembari menata ulang dagangan. Jika semuanya berjalan lancar, Agustus pekan kedua barulah diresmikan langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. “Targetnya Agustus pekan kedua,” tegas Asdar.

Ada Eskalator dan Jalur Khusus Bongkar Muat Dagangan

BANGUNAN berlantai empat ini diproyeksikan sebagai pasar semi modern dan sehat. Makanya, struktur bangunan juga memperhatikan soal kebersihan dan kenyamanan pedagang dan pembeli saat bertransaksi nanti. Selain tangga, pasar ini juga menyediakan eskalator sebagai jalur pembeli. Eskalator ini hanya satu yang berada di sisi kanan bangunan yang langsung menuju lantai 3. Sementara untuk turun, pembeli juga disediakan eskalator di sisi kiri bangunan.

“Hanya ada satu eskalator naik dan turun saja yang langsung menuju lantai 3. Harapannya, pembeli bisa melewati semua lantai dan lapak pedagang,” jelas Asdar.

Jalur mobilisasi pembeli dan pedagang pun juga dipisah. Pedagang bisa memanfaatkan jalur khusus yang berada di belakang bangunan. Jalur ini, para pedagang bisa bongkar muat dagangannya. Sehingga tidak menganggu akses pembeli yang hendak berbelanja.

Namun, kata Asdar khusus untuk penjual ayam, proses pemotongan hewan akan tetap dilakukan di pasar sementara. Sebab, di bangunan baru ini, belum ada tempat khusus penyembelihan dan pembersihan daging. “Jualannya tetap di pasar baru, tapi potongnya di pasar sementara dulu,” tambahnya. (*)

 

(Redaksi: Judul sebelumnya “Pengundian Lapak 6 Hari, Pasar Rawa Indah diganti menjadi Pengundian Lapak 8 Hari, Pasar Rawa Indah. Mohon maaf ada kesalahan redaksi)

More Stories
10 Sekolah di Ibu Kota Kaltim Terancam Tak Bisa Belajar Online karena Terkendala Internet