Pendemi Covid-19, Pasar Klandasan Balikpapan Buka Layanan Belanja via Gawai

Salah satu pedagang Pasar Klandasan, Balikpapan yang kini harus menjual sayur dan bumbu dapur via daring selama pandemi Covid-19.

PEMKOT Balikpapan menerapkan pembatasan wilayah yang dijaga ketat petugas keamanan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Serta meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi kembali kondusif.

Kondisi ini membuat masyarakat bingung untuk memenuhi kebutuhan harian. Tak ayal, pengalihan alternatif seperti belanja via ponsel (gawai) mulai digalakkan. Pedagang di pasar tradisional pun mengikuti pemanfaatan teknologi tersebut. Menjaga tetap ada pendapatan harian para pedagang di pasar.

Salah satu yang menerapkannya yaitu pedagang Pasar Klandasan Balikpapan. Beberapa menawarkan pesan antar sayur, hingga sembako kerumah konsumen. Pedagang pasrah mengharapkan pembeli ramai di pasar ditengah kondisi saat ini.

“Makanya kami beralih ke online. Pemesanan dilakukan di media sosial pribadi saya, seperti promosi di Facebook, Whatsapp dan Instagram. Mulai menerapkan 10 hari belakangan,” ujar Rusdi, pedagang sayur di Pasar Klandasan, Kamis (2/4).

Transaksi pesan antar, lanjutnya dengan penambahan biaya pengantaran. Rusdi menyebut, pembelian via daring yang dilakukan konsumen tidak cukup menguntungkan. Ia pun menghadapi beberapa kendala. Menurutnya transaksi langsung lebih menguntungkan.

Metode pengiriman belanjaan dan pembayaran diserahkan sesuai kesepakatan antara pembeli dan pedagang. Salah satunya bisa dengan menggunakan layanan ojek online.

“(Pengiriman) pakai ojek online, iya (ongkos kirim ditanggung sendiri),” kata dia.

Pemerintah terus mendorong agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Warga diminta bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Salah satu warga yang memanfaatkan belanja via daring adalah Hardianti. Di tengah kondisi saat ini, yang mengharuskan ia tetap tinggal dirumah, belanja online membantu dapurnya tetap mengepul.

“Belanja di aplikasi, ojek online kan menyediakan layanan itu. Belanja kebutuhan pokok, jajan anak, sayur mayur dilakukan disana. Terbantu sih, tapi namanya ibu rumah tangga, lebih enak kalau pilih-pilih sendiri di tempatnya. Mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir,” pungkasnya. (am)

More Stories
9 Ribu Warga Terdampak Banjir di Samarinda