BONTANG, Pranala.co – Program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digelar sejak 8 April 2025 ternyata disambut sangat antusias masyarakat Kota Bontang. Namun ironisnya, justru instansi pemerintahan sendiri yang belum maksimal memanfaatkan kesempatan ini.
Hingga 14 Mei 2025, tercatat tunggakan PKB dari 38 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait mencapai Rp94,7 juta. Dari angka itu, baru Rp26,3 juta atau sekira 27,8 persen yang berhasil dibayarkan. Sisanya, masih mengendap sebesar Rp68,4 juta, terdiri dari 279 kendaraan roda dua dan 48 kendaraan roda empat.
Di sisi lain, warga justru menunjukkan semangat tinggi memanfaatkan program pemutihan ini. Hanya dalam 25 hari pertama pelaksanaan, dari 8 April hingga 2 Mei 2025, tercatat 7.588 unit kendaraan melakukan pembayaran PKB. Hasilnya, Rp4,45 miliar pun masuk ke kas daerah.
Rata-rata pembayaran harian meningkat drastis. Jika sebelumnya hanya 165 unit per hari, kini melonjak menjadi 303 unit per hari, dengan nilai penerimaan harian naik dari Rp111 juta menjadi Rp178 juta.
Kepala UPTD Pengelola Pendapatan Daerah (PPRD) Bontang, Indun Salbiah Ningsih, melalui Kasi Pendataan dan Penetapan, Entjik Achmad Reza Yudiar, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi lambatnya pembayaran dari OPD.
“Kami terus tingkatkan sosialisasi dan akan bekerja sama lebih erat dengan Bapenda untuk mencari pendekatan yang lebih efektif. Harapannya, seluruh tunggakan bisa dilunasi sebelum 30 Juni 2025,” ujar Reza, Jumat (16/5/2025).
Ia menegaskan bahwa kesempatan pemutihan ini sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi untuk kendaraan operasional pemerintah yang seharusnya menjadi contoh kepatuhan pajak.
Program pemutihan PKB akan berakhir pada 30 Juni 2025. Pemerintah memberi kesempatan penghapusan sanksi administratif berupa denda pajak, yang jelas meringankan beban wajib pajak. [JS]
Artikel ini telah tayang di Akurasi.id berjudul: Pemutihan Hampir Berakhir, 327 Kendaraan Dinas di Bontang Menunggak Pajak
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami











Comments 2