Pemkot Bontang: Rencana Relokasi Buaya “Riska” Belum Ada

oleh -
Pak Ambo memberi makan buaya bernama Riska.

PEMERINTAH Kota Bontang menegaskan pihaknya belum berencana melakukan relokasi buaya Riska dari habitatnya menyusul kedekatan hewan liar itu dengan warga Bontang di Kelurahan Guntung, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pemkot sempat mencari penangkaran, namun belum mendapat lokasi yang sesuai.

“Pemerintah pernah mencari lokasi untuk penangkaran tapi sampai saat ini belum dapat lokasi yang sesuai, jadi kembali ditegaskan bahwa Pemkot belum ada rencana merelokasi buaya riska,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bontang, Agus Amir, Minggu (14/6/2020).

Agus menekankan lagi kalau Pemkot belum berencana merelokasi buaya Riska. Namun Pemkot akan mencegah adanya warga yang berbondong-bondong datang untuk melihat aktivitas memberi makan buaya.

“Sekali lagi kami hanya mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, namanya binatang buas, apa saja bisa terjadi, jangan setelah ada kejadian baru kita saling menyalahkan,” jelas Agus.

Agus juga mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan pencarian Buaya Riska. Terlebih ada video viral yang memperlihatkan seorang YouTuber mencari Riska untuk memberi makan di habitatnya.

“Kami ingatkan kepada masyarakat kota Bontang untuk tidak meniru kegiatan itu dan pastinya kami harapkan kejadian serupa tidak terulang kembali karena itu sangat berbahaya,” kata Agus.

Selama ini, lanjut dia, di Bontang tidak pernah terjadi konflik antara binatang buas khususnya buaya dan manusia. Pemkot sudah memiliki peta di mana lokasi buaya itu berada dan kawasan itu tetap dijaga agar bisa tetap menjadi habitat buaya.

Mengenai kedekatan warga bernama Ambo dengan Buaya Riska, Pemkot menganggap bahwa hal itu adalah potensi yang sangat baik untuk kota Bontang.

“Kita sudah punya konsep ekowisata bagi masyarakat yang ingin berwisata, kami sudah punya peta kawasan di tempat itu yang merupakan habitat asli buaya yang memang banyak sekali terdapat di Kota Bontang,” kata Agus.

Sementara itu, Koordinator Animal Rescue Samarinda, Akmal mengatakan viralnya video kedekatan seekor buaya dengan manusia adalah hal yang langka. Namun ia menganggap kejadian ini tidak lantas membuat buaya itu direlokasi.

“Warga sana hanya perlu diimbau agar tidak terlalu dekat dengan buaya, karena sedekat apapun kita dengan binatang buas namun harus tetap hati-hati, bisa saja sifat asli buaya tersebut yakni sebagai pemangsa tiba-tiba muncul,” kata Akmal.

Akmal menilai rencana Pemkot Bontang menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan ekowisata sebagai langkah positif bagi kelangsungan hidup buaya buaya liar di habitatnya.

“Selama manusia tidak melakukan pengerusakan di habitat mereka, buaya liar tidak akan kehabisan makanan sehingga tidak ada konflik antara buaya dengan manusia. Selain itu dengan ekowisata diharapkan Bontang bisa mendapatkan PAD dari upaya mereka mempertahankan habitat buaya diwilayah mereka,” ujarnya. (idn/dk)

No More Posts Available.

No more pages to load.