Pranala.co, BONTANG — Harapan masyarakat untuk menghidupkan kembali Bandara Badak LNG mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Bontang menyatakan keseriusannya untuk mengambil alih pengelolaan bandara yang sempat beroperasi selama 11 tahun itu.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan kabar tersebut saat menghadiri peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang Barat, Senin (14/7/2025).
“Pemerintah berkeinginan melanjutkan pengoperasian Bandara Badak. Bu Wali Kota juga sudah bicara langsung dengan Pangdam dan Kapolda saat kunjungan kemarin. Tapi semua kewenangannya tetap di pusat. Saat ini masih tahap penjajakan,” ujarnya.
Menurut Agus, langkah awal yang akan dilakukan Pemkot adalah menjalin komunikasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Hal ini penting, terutama terkait rencana perpanjangan landasan pacu (runway) bandara.
“Runway-nya pendek. Supaya bisa dipakai lebih maksimal, tentu harus ditambah panjangnya. Nah, kita perlu bicara dulu dengan LMAN untuk bahas teknisnya,” beber Agus.
Jika tahap tersebut berjalan lancar, Pemkot akan melanjutkan proses koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Menariknya, meski kawasan bandara masih berada dalam wilayah operasi PT Badak LNG, Pemkot tidak melihat hal ini sebagai hambatan. Agus menegaskan bahwa pengambilalihan ini ditujukan untuk kepentingan publik, bukan komersial semata.
“Ini untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat. Harusnya bisa dikoordinasikan,” kata dia.
Sebagai informasi, Bandara Badak LNG resmi berhenti beroperasi sejak Senin (7/7/2025). Maskapai Pelita Air yang terakhir menggunakan bandara ini memutuskan menghentikan operasinya setelah kontrak kerja sama dengan Badak LNG berakhir.
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-PAX menjadi armada terakhir yang mengudara dari bandara tersebut.
Selama lebih dari satu dekade, bandara ini menjadi andalan mobilitas pekerja antara Bontang dan Balikpapan. Kini, dengan rencana pengelolaan oleh pemerintah daerah, harapan baru muncul untuk menghidupkan kembali transportasi udara di Kota Taman.
















