Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan tengah menyiapkan perubahan dalam Program Clean, Green, and Healthy (CGH). Mulai 2026, penilaian yang sebelumnya dilakukan per rukun tetangga (RT) akan diperluas menjadi berbasis kawasan, mencakup empat hingga lima RT, serta diarahkan ke tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan perubahan ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis wilayah dan mendorong tanggung jawab kolektif masyarakat.
“Dari satu RT menjadi kawasan yang mencakup empat sampai lima RT. Konsep ini akan diarahkan ke penilaian tingkat kelurahan,” ujar Sudirman, Rabu (11/2/2026).
Sistem penilaian ini juga akan diselaraskan dengan indikator Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan demikian, kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan di tiap wilayah dapat diukur secara lebih komprehensif dan terstandar.
Menurut Sudirman, pendekatan kawasan akan memudahkan pemetaan wilayah sekaligus evaluasi menyeluruh. Peran kelurahan pun akan semakin strategis dalam pembinaan masyarakat. “Pembinaan masyarakat ada di kelurahan,” jelasnya.
Ke depan, kata Sudirman, CGH juga akan menerapkan sistem penghargaan berjenjang. Wilayah dengan kinerja lingkungan terbaik akan mendapatkan apresiasi, sementara capaian rendah akan menjadi bahan evaluasi.
“Ada reward dan punishment. Predikat bisa naik atau turun, sehingga ada dorongan untuk terus memperbaiki kondisi lingkungan,” tegas Sudirman.
Saat ini, DLH Balikpapan rutin menilai sekitar 25 lingkungan setiap tahun. Kampung Bungas menjadi salah satu contoh wilayah yang konsisten menunjukkan performa terbaik dengan enam kali meraih juara.
Di samping itu, pihaknya juga memperkuat program lingkungan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) serta kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Di kawasan Margasari dan Baru Tengah, misalnya, pembinaan dilakukan bersama Pertamina.
“Model kolaborasi seperti ini terus kita dorong,” katanya. Tambahnya, untuk sektor pendidikan, pembentukan budaya peduli lingkungan juga menunjukkan progres signifikan.
Sudirman menyebut, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, DLH mendorong sekolah menerapkan konsep berwawasan lingkungan. “Hampir 80 persen sekolah di Balikpapan sudah menjadi sekolah Adiwiyata,” ungkapnya.
Setiap tahun, rata-rata 18 sekolah meraih Adiwiyata Nasional, bahkan beberapa masuk kategori sangat baik. Kendati begitu, pembinaan lingkungan di tingkat masyarakat dinilai masih perlu diperkuat.
Melalui perluasan skema CGH hingga level kelurahan, ia berharap, aparatur kelurahan dan RT semakin terpacu menjaga kualitas lingkungan.
Lebih lanjut, perubahan skema penilaian CGH saat ini masih dalam tahap pengajuan untuk memperoleh persetujuan pimpinan daerah, termasuk Wali Kota Balikpapan, sebelum diterapkan secara penuh. Melalui sistem yang lebih luas dan terukur, diharapkan pengelolaan lingkungan dapat semakin merata di seluruh wilayah kota. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















