Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mendistribusikan seragam sekolah gratis secara serentak kepada peserta didik pada Rabu (16/7).
Memasuki tahun keempat pelaksanaan, program ini menyasar sekitar 92 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, termasuk peserta program SKB (Sanggar Kegiatan Belajar).
“Seragam yang dibagikan terdiri dari tiga jenis seragam nasional, pramuka, dan batik. Jumlah totalnya sekitar 92 ribu stel,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik.
Irfan menerangkan, bahwa penerima program tidak hanya berasal dari sekolah negeri, tetapi juga swasta, termasuk madrasah tsanawiyah (MTs), dan seluruh TK baik negeri maupun swasta.
“Bahkan sekolah-sekolah swasta, madrasah, dan PAUD juga mendapat bantuan seragam. Jadi seluruh peserta didik di Balikpapan mendapat manfaatnya,” tambah Irfan.
Lebih lanjut, kata dia, distribusi seragam telah dimulai secara serentak melalui vendor yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Dalam seremoni penyerahan seragam gratis saat ini, menurutnya, penyerahan simbolis juga disiarkan secara virtual ke 27 SMP se-Kota Balikpapan, memungkinkan Wali Kota menyapa siswa dari berbagai sekolah.
Penyerahan ini dilakukan secara langsung di SMP Negeri 27 Balikpapan. Sebab, sekolah itu baru saja diresmikan dan sudah mulai beroperasi.
“Karena ini sekolah baru, dan siswa-siswi yang masuk tahun ini adalah angkatan pertama. Ini jadi catatan sejarah,” jelas Irfan.
Di satu sisi, lokasi SMPN 27 juga strategis karena berada dekat dengan sekolah-sekolah mitra pemerintah yang mendapat subsidi penuh, seperti Yayasan Pendidikan Islam, Yayasan Sinar Pancasila, dan Yayasan Al-Hassan.
Irfan mengungkapkan, adapun anggaran program seragam gratis berasal dari APBD Kota Balikpapan, dengan nilai mencapai Rp27–28 miliar.
Irfan menegaskan bahwa dana ini bukan dari dana BOS, melainkan dari anggaran murni pemerintah kota.
“Dana ini disiapkan langsung oleh pemerintah daerah karena program ini menjadi prioritas Wali Kota Balikpapan untuk memberikan seragam gratis bagi anak-anak peserta didik,” ucapnya.
Di satu sisi, untuk jenjang SMA, program seragam gratis juga direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, namun masih dalam tahap penganggaran.
“Harapannya, dengan seragam gratis ini, akses pendidikan semakin terbuka. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah hanya karena orang tua terbebani biaya seragam,” tegas Irfan.
Irfan berharap kembali, untuk program ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menumbuhkan keadilan pendidikan dan memberikan kemudahan bagi seluruh keluarga di Kota Balikpapan.
“Mudah-mudahan ini benar-benar bermanfaat dan bisa terus berlanjut, agar orang tua tidak lagi terbebani setiap tahun ajaran baru,” pungkasnya.


















