Pemenang Pilkada di Bontang dan Kubar Dilantik April

Basri Rase dan Najirah, pemenang Pilkada Bontang.

ENAM daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memiliki kepala daerah baru. Mulai dari Samarinda, Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, Berau dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Dengan demikian masih ada tiga daerah lagi yang menanti hal serupa, yakni Balikpapan, Bontang dan Kutai Barat (Kubar). Ketiga kabupaten/kota ini menunggu kepala daerahnya purnatugas.

“Pelantikan dibagi menjadi tiga tahap. Yang pertama sudah, tersisa dua lagi,” ujar Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Muhammad Syafranuddin saat dikonfirmasi, Senin (1/3).

Sebagai informasi, ada sembilan daerah pelaksana pilkada serentak di Benua Etam, mulai dari Samarinda, Balikpapan, Berau, Bontang, Kutim, Kukar, Kubar, Paser dan Mahulu.

Sementara Penajam Paser Utara (PPU) akan melaksanakan pesta demokrasi 2023 mendatang. Kecuali Mahulu, lima kabupaten/kota yang turut pelantikan gelombang pertama secara virtual yakni Samarinda, Kutim, Kukar, Paser, dan Berau. Mahulu terkendala koneksi jaringan internet di wilayahnya.

Nah, kata Muhammad Syafranuddin, pelantikan gelombang kedua terdekat adalah Bontang dan Kubar. Masa jabatan kedua kepala daerah ini selesai 19 April 2021. Sedangkan Balikpapan pungkas 31 Mei 2021.

“Gelombang dua di Kaltim untuk Kota Bontang dan Kabupaten Kubar, sedangkan gelombang selanjutnya Balikpapan,” ujar Ivan, sapaan karibnya.

Ivan menerangkan, pelantikan kepala daerah Bontang dan Kubar rencananya pada April mendatang. Surat Keputusan (SK) dari Kemendagri sudah terbit 24 Februari lalu. Sedangkan untuk Balikpapan dijadwalkan bulan Juli. Jika kekosongan kepala daerah berjarak lebih satu bulan akan ditunjuk pejabat sementara.

“Nantinya, sesuai aturan jika kekosongan kepala daerah berjarak lebih satu bulan akan ditunjuk Pejabat Sementara. Sedangkan di bawah satu bulan akan ditunjuk pelaksana harian,” kata dia.

Artinya, untuk kepala daerah di Bontang, Balikpapan, dan Kubar akan ditunjuk Pejabat Sementara. Proses tiga tahap ini pun sudah diketahui Dirjen Otda Kemendagri. Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada petunjuk resmi dari pusat. Hanya saja, bila tak ada kendala maka pelantikan bakal dilaksanakan via virtual seperti lima daerah lain. Itu dikarenakan penyebaran pandemik COVID-19 masih terjadi.

“Pelaksanaan pelantikan tentu dengan protokol kesehatan ketat. Tapi untuk lebih jelasnya, kami masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” pungkasnya.

 

 

 

[DN]

More Stories
Sempat Tutup, Poliklinik RSUD Bontang Mulai Buka Hari Ini