Pembelajaran Tatap Muka di Kutim Perlu Pertimbangan Matang

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso saat meninjau sekolah yang lebih awal memulai belajar tatap muka (Dok. Humas Pemkot Samarinda/Istimewa)

PRANALA.CO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kutai Timur masih harus dipertimbangkan. Alasannya aneka ragam. Pemkab Kutim masih mengkaji terkait penerapan pembelajaran tatap muka terbatas. Terkhusus jenjang pendidikan SMP dan SD yang jadi tanggung jawab Pemkab.

Selain menunggu kebijakan pusat. Kondisi perkembangan kasus di Kutai Timur juga menjadi penyebab Satgas Penanganan Covid-19 setempat belum memberi lampu hijau.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal mengakui sikap itu diambil meski pembicaraan ke arah itu sudah dilakukan.

“Semunya ya tergantung kebijakan dari pusat dan perkembangan kasus,” terang Bahrani, Kamis (25/3/2021).

Terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) mengaku belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah kondisi Covid-19 yang belum melandai.

Kadisdik Kutim, Roma Malau bilang, saat ini pelaksanaan PTM belum bisa dilakukan. Musababnya, beberapa persiapan belum dirampungkan.

Dia juga mengaku, untuk melaksanakan metode pembelajaran langsung di tengah kondisi saat ini, memerlukan tahapan yang cukup ketat.

“Saat ini kami belum siap untuk PTM. Tapi kami sedang mengupayakan metode ini bisa dilakukan ke depan,” ujar Roma.

Roma menuturkan, pembelajaran tatap muka juga tidak akan digelar jika tidak diizinkan orangtua. Sehingga, juga ada kemungkinan bahwa pembelajaran masih akan dilakukan secara daring.

Dia berharap, pihaknya dapat mengikuti rencana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang akan melakukan sistem PTM di bulan Juni 2021.

Ketidaksiapan Kutim saat ini, berangkat dari kondisi pandemi yang kini masih fluktuatif. Pasalnya masih ada beberapa kecamatan yang masuk dalam zona merah Covid-19. Situasi dilematis itu pun membuat Disdik belum berani mengambil risiko untuk menggelar PTM.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menargetkan akhir Juni, sekitar lima juta pendidik dan tenaga pendidik menerima vaksin sehingga pada tahun ajaran 2021/2022, sekitar pada Juli, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan.

 

[NA]

Pos terkait