Pelayanan Kesehatan Kian Berat, 10 Nakes Balikpapan Positif Covid 19

oleh -
Ilustrasi tenaga medis.

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Balikpapan mencatat kasus positif baru virus corona pada Kamis (7/1) mencapai 10 tenaga kesehatan sehari.

Wali Kota Balikpapan Rizal Efendi menyatakan bahwa saat ini pelayanan kesehatan makin berat, bahkan driver mobil ambulans juga terkonfirmasi positif. “Karena itu kita mohon betul kepada masyarakat disiplin protokol kesehatannya agar dijalankan dengan baik,” ujarnya, Kamis (7/1).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menyatakan bahwa akan pihaknya akan melakukan kajian terkait penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita terima surat dari Mendagri [yaitu] ada empat syarat untuk lakukan PSBB,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Dio ini menjelaskan terdapat empat indikator PSBB menurut surat tersebut. Diantaranya, tingkat kematian diatas rata rata nasional, tingkat kesembuhan dibawah rata rata nasional, tingkat kasus aktif dan tingkat ketersediaan tempat tidur.

“[Kota Balikpapan] dua kriteria sudah terpenuhi yaitu tingkat kematian diatas rata rata nasional diatas standar 3 persen dan tingkat kasus aktif dan sekarang tingkat ketersediaan tempat tidur 93 persen terisi dan ICU diatas 70 persen,” jelasnya.

Adapun, menurut data per 6 Januari, penambahan kasus positif Kota Balikpapan sebanyak 121 orang, dengah empat kasus meninggal dunia.

Sehingga, total sebanyak 6.579 orang positif, 308 orang di rawat di rumah sakit, 749 orang melakukan isolasi mandiri, 5.276 orang sembuh, dan sebanyak 286 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 479 Orang

Kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur kembali melonjak. Hari ini terdapat tambahan sebanyak 479 kasus terkonfirmasi positif.

Juru bicara satgas Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan tiga wilayah yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat menjadi penyumbang kasus aktif terbanyak.

“Untuk Balikpapan terjadi penambahan sebanyak 115 kasus, Kutai Kartanegara 88 kasus dan Kutai Barat 86 kasus,” kata Andi Muhammad Ishak dalam keterangan resmi di Samarinda, Kamis (7/1).

Andi menyebutkan tambahan kasus aktif lainnya terjadi di Berau 52 kasus, Kutai Timur 29 kasus, Mahakam Ulu 12 kasus, Paser 15 kasus, Penajam Paser Utara 5 kasus, Bontang 10 kasus dan Samarinda 67 kasus.

“Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim sebanyak 29.212 kasus,” kata Andi Muhammad Ishak.

Andi juga menginformasikan adanya tambahan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 262 kasus, dengan sebaran di Berau 29 kasus, Kutai Barat 36 kasus,,Kutai Kartanegara 33 kasus, Kutai Timur 51 kasus, Paser 22 kasus, Penajam Paser Utara 9 kasus, Balikpapan 55 kasus, Bontang 18 kasus dan Samarinda 9 kasus.

“Akumulasi pasien sembuh Covid-19 di Kaltim sebanyak 24.252 orang,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Ia menambahkan untuk kasus meninggal dunia juga terjadi penambahan sebanyak tujuh orang dengan rincian tigadi Kutai Barat, duadi Balikpapan dan sisanya di Kutai Timur dan Samarinda.

“Total pasien Covid-19 meninggal dunia di Kaltim sebanyak 789 orang, sedangkan yang masih menjalani perawatan medis sebanyak 4.171 pasien,” kata Andi Muhammad Ishak.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 khusus di wilayah Kaltim, peringkat pertama masih disandang Kota Samarinda dengan jumlah 7.112 kasus, disusul, Balikpapan 6.576 kasus, Kutai Kartanegara 5.251 kasus, Kutai Timur 4.120 kasus dan Bontang 2.016 kasus.

Lima kabupaten lainnya yakni Berau 1.527 kasus, Paser 1.259 kasus, Kutai Barat 897 kasus, Panajam Paser Utara 400 kasus dan Mahakam Ulu 54 kasus.

“Untuk pasien yang masih menjalani perawatan terbanyak berada di Balikpapan dengan jumlah 1.077 pasien, disusul Kutai Kartanegara 955 pasien, Berau 602 pasien dan Samarinda 490 pasien,” kata dia.

 

 

[js|antara]

No More Posts Available.

No more pages to load.