Pranala.co, SANGATTA – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bontang memberikan asistensi teknis kepada jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim)
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepatuhan aparatur terhadap kewajiban pelaporan perpajakan yang kini seluruhnya berbasis digital.
Kegiatan berlangsung aktif dan terstruktur. Dua penyuluh pajak KPP Pratama Bontang, Partini dan Hamdan Fauzi, hadir sebagai narasumber utama.
Mereka memandu peserta mulai dari aktivasi akun Coretax, pembuatan kode otorisasi DJP, hingga praktik pembuatan bukti potong PPh 21 dan bukti potong unifikasi. Tak hanya itu, peserta juga dibimbing menyampaikan SPT Masa PPh 21, SPT Masa Unifikasi, dan SPT Masa PPN Pemungutan.
Partini menyampaikan bahwa aktivasi Coretax dan kode otorisasi adalah fondasi dari sistem perpajakan modern. Tanpa keduanya, proses pelaporan digital akan terhambat.
“Bendahara wajib membuat bukti potong PPh Pasal 21, 23, PPh Final hingga PPN pemungutan. Karena itu, kami fokuskan pendampingan Coretax sesuai permintaan Diskominfo,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya percepatan aktivasi akun. Mulai Januari hingga Maret 2026, seluruh wajib pajak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh. Karena itu, seluruh aparatur harus siap mengoperasikan sistem sejak dini.
Partini juga menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan sebelumnya yang ditujukan untuk seluruh perangkat daerah.
Pendamping pajak lainnya, Hamdan Fauzi, memandu simulasi pembuatan bukti potong dan penyampaian SPT Masa. Peserta diminta mencoba langsung proses input data, pengecekan, hingga unggah final.
Cara ini dinilai efektif. Banyak peserta antusias karena mendapatkan kesempatan mempraktikkan alur pelaporan secara mandiri.
“Dengan praktik langsung, peserta lebih memahami alur teknis dan bisa menghindari kesalahan administrasi,” ujar Hamdan.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan asistensi tersebut. Menurutnya, pendampingan ini sangat membantu mempercepat peningkatan kapasitas staf, terutama menghadapi sistem perpajakan elektronik yang semakin kompleks.
“Kami berterima kasih atas bimbingan KPP Pratama Bontang. Ini langkah penting agar pelaporan pajak semakin tertib, cepat, dan sesuai ketentuan. Dengan pemahaman yang kuat, saya yakin staf mampu menyelesaikan kewajiban perpajakan secara mandiri dan tepat waktu,” ujar Ronny.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang modern dan akuntabel. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















