Pelajar SMA/SMK di Kaltim Mulai Belajar Tatap Muka

Salah satu pelajar SMAN 2 Bontang menerima vaksin pertama. -Foto: Lutfi.

pranala.co – Selasa, 4 Januari 2022, menjadi awal mulainya seluruh sekolah di lingkungan Pembinaan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Setelah kurang lebih dua tahun hanya menjalani pendidikan secara online, akibat dari wabah COVID-19 yang melanda NKRI, tak terkecuali Benua Etam  yang juga terdampak.

“Insyaallah besok (hari ini)  kita mulai PTM terbatas. Surat pemberitahuan telah kami terbitkan dan disampaikan kepada seluruh kabupaten dan kota se Kaltim. Surat, juga ditembuskan kepada Gubernur, Sekretaris Daerah, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Perhubungan Kaltim,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi dalam akun Instagram resmi Pemprov Kaltim, Senin 3 Januari 2022 malam.

Anwar Sanusi menegaskan, pelaksanaan ini sebagai bukti Kaltim sudah melebihi target vaksinasi COVID-19 bagi tenaga pengajar, kependidikan dan pelajar se Kaltim. Menurutnya, pelaksanaan PTM terbatas harus mengedepankan prokes setiap sekolah, sehingga terhindari dari penyebaran COVID-19.

Pelaksanaan PTM berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tentang pembelajaran di masa pandemik COVID-19.

“Jadi, sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, mulai jenjang SMA, SMK dan SLB se Kaltim. Semoga pembelajaran terbatas ini bermanfaat bagi peserta didik maupun para tenaga pengajar, sehingga semakin meningkat kualitas SDM Kaltim,” harapnya.

Pandemik COVID-19 di Kaltim masih terjadi. Meski demikian, per 3 Januari 2022 ini, Kota Bontang mengawali tahun baru dengan status zona hijau dari perkembangan COVID-19 di Benua Etam.

Alhamdulillah, meski masih terjadi, di awal tahun Bontang masuk Zona Hijau. Semoga yang lainnya menyusul,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Masitah, Senin 3 Januari 2022.

Menurut Masitah, kondisi ini sebagai bukti pemerintah daerah tetap konsisten melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan penularan COVID-19. Termasuk adanya dukungan berbagai pihak, mulai masyarakat, instansi vertikal dan pengusaha untuk melakukan vaksinasi massal.

“Karena vaksinasi juga sudah merata, mudah-mudahan mencegah masyarakat terpapar,” jelasnya.

Berdasarkan rilis Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim, terkonfirmasi kasus, total menjadi 158.339 kasus. Pasien sembuh 6 kasus, total 152.866, dan pasien dirawat sisa 22 kasus sebab berkurang 1 kasus. Meninggal tidak terjadi.

Bahkan, tiga Kabupaten terdiri Mahakam Ulu, Kutai Timur dan Berau masih tetap status zona hijau, termasuk Kota Bontang.

“Prinsipnya, prokes tetap diikuti dan dilaksanakan, sehingga tidak menambah kasus terpapar,” harapnya. [dw]

More Stories
Bupati Berau Muharram Tutup Usia