Pranala.co, BONTANG – Satu dari tiga pelajar di Bontang yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu rupanya sudah masuk kategori pencandu berat. Temuan ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang melakukan asesmen mendalam terhadap para korban.
Pelajar tersebut tercatat mampu menggunakan sabu hingga lima sampai enam kali dalam sebulan. Frekuensi tinggi ini membuat kondisinya dinilai lebih serius dibanding dua pelajar lainnya.
“Dia bisa memakai lima sampai enam kali dalam sebulan,” ujar Konselor Rehabilitasi BNN Bontang, dr Imelda, Rabu (26/11/2025).
Dari hasil asesmen, remaja itu diketahui kerap berpindah tempat tinggal antara rumah orang tuanya dan sang nenek. Situasi keluarga yang tidak stabil membuatnya lebih rentan mencari pelarian, hingga akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Banyak faktor yang memengaruhi, termasuk kondisi keluarga yang kurang harmonis,” tambah Imelda.
Kondisi psikososial inilah yang memperkuat dugaan bahwa penggunaan narkotika bukan hanya soal pergaulan, tetapi juga tentang kebutuhan emosi yang tidak terpenuhi.
Saat ini, pelajar tersebut sedang menjalani rehabilitasi rawat inap selama tiga bulan di Balai Rehabilitasi Bareta. Memasuki bulan pertama, proses detoksifikasi sudah selesai, dan gejala putus zat mulai menurun.
Meski pada awalnya menolak melibatkan keluarga dalam proses pemulihan, kondisi emosionalnya kini berangsur membaik.
“Sekarang hubungan dengan ibunya jauh lebih baik. Kami juga rutin melakukan pendampingan ke keluarga agar dukungannya tetap konsisten,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Mengingat kondisi korban, sekolah memberikan cuti akademik untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan tanpa mengganggu masa depan pendidikannya.
“Statusnya tetap sebagai pelajar. Setelah rehabilitasi selesai, ia bisa kembali melanjutkan sekolah,” jelas Imelda. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















