Pedagang Sumringah, Pujasera Kopkar PKT Ramai Lagi

  • Whatsapp
Para pengunjung dan pembeli di Pujasera Kopkar Pupuk Kaltim mulai berdatangan. [DARWIN TRI]

BONTANG – Mulai, hari ini, Rabu (21/4/2021), pedagang Pujasera Koperasi Karyawan (Kopkar) Pupuk Kaltim (PKT) boleh berjualan lagi. Pihak pengelola disebut sudah membolehkan pengunjung menikmati makan di tempat.

Para penjual pun sudah siap menyambut pengunjung sejak pukul 17.00 Wita. Sembari memenuhi antrean pesanan dari pelanggan setia. Rencananya, setiap bulan mereka juga akan menjalani rapid test antigen.

Bacaan Lainnya

Para pelapak begitu antusias untuk menyambut pemberlakuan aktivitas menuju normal pujasera ini. Perlahan lapak-lapak yang sepi terdampak Covid-19 ini pun mulai diisi kembali.

Nuansa menyantap aneka makanan dan minuman di sana memang begitu dirindukan. Apalagi, saat momen berbuka puasa Ramadan, Pujasera Kopkar PKT seakan menjadi salah satu tempat favorit di Bontang untuk didatangi. Beraneka macam hidangan tersedia memudahkan untuk memilih apa diinginkan.

“Alhamdulillah perjuangan panjang dengan teman-teman menghasilkan, jadi sangat gembira setelah diizinkan makan ditempat,” kata Saiful Bahri, salah satu pedagang disana, Rabu 21 April 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, sebenarnya sejak awal datangnya Covid-19, pengelola Pujasera masih mengizinkan mereka berjualan. Tetapi dengan menggunakan sistem take away. Namun hasilnya memang tak seperti biasa bahkan sangat jauh berkurang.

Bang Ipul-sapaannya, ini pun pernah mencoba sekira 10 hari diawal penerapan aturan tersebut. Hasilnya tak menentu. Beruntung jika sampai terjual 5 porsi makanan. Alhasil usahanya pun kandas bersama pedagang lain. Sehingga, kesempatan ini sangat dinantikannya.

Pelapak nasgor dan kwetiau andalannya ini bersemangat membuka lagi lapaknya.

Serupa, Bambang, penjual aneka varian produk minuman di sana. Sejak kegentingan Covid-19 lalu, dirinya bahkan rela tak keluar rumah ataupun untuk berjualan. Meski membuatnya stres jika tidak beraktivitas. Bahkan mampu mendatangkan sakit dan pasti lebih merepotkan lagi.

Sejak pemberlakuan tidak dibolehkannya makan di tempat. Ia bersama pelapak lain di itu terkena imbasnya. Apalagi, pelapak hanya bergantung pada satu mata pencaharian.

“Saya ini sumbernya hanya satu, jadi Alhamdulillah ini sudah diberi kesempatan untuk buka kembali,” katanya.

Menyambut mereka yang begitu rindu dengan menu makanan dan minuman yang dihidangkan. Ikut berperan memberi nuansa asyiknya menyantap aneka kuliner yang tersedia di sana.

“Semoga rezekinya bisa bagus lagi. setidak-tidaknya bisa meng-cover. Mungkin semuanya tidak spontan, tetapi kita harus tetap tawakal dan berdoa,” harapnya. **

Pos terkait