Patut Dicoba! Pupuk NPK Cair Bisa Dibuat dari Kulit Pisang

SEPERTI yang diketahui jika pupuk merupakan salah satu unsur untuk membuat tanaman semakin subur.

Varian pupuk yang bisa digunakan beragam, mulai dari pupuk padat, cair, organik, dan buatan, salah satunya pupuk NPK yang sering digunakan untuk menyuburkan tanaman. Selain hadir dalam bentuk buatan, sebenarnya pupuk ini bisa dibuat dari limbah rumah tangga sendiri.

Mengutip kanal Youtube Taman Inspirasi, Selasa (26/1) pupuk NPK cair bisa dibuat sendiri dengan menggunakan beragam limbah rumah tangga seperti ampas kopi, cangkang telur, dan kulit pisang.

Semua limbah rumah tangga ini memiliki kandungan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur, seperti; ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi, fosfor, potassium, dan magnesium, yang diperlukan untuk membuat pupuk.

Selain itu, ampas kopi sangat disukai oleh cacing sehingga cacing akan mengeluarkan mineral yang baik untuk tanah.

Kemudian, cangkang telur mengandung kalsium karbonat yang penting untuk kesehatan tanaman agar tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.

Serta, kulit pisang mengandung banyak kalsium dan fosfor yang dapat membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula. Gula dapat memperkuat jaringan tanaman dan mencegah penyakit.

Untuk membuat pupuk ini diperlukan enam kulit pisang yang dipotong-potong, kemudian 8 cangkang telur yang diremas atau haluskan (sebelumnya sudah dicuci), dan 100 ml ampas kopi.

Setelah kulit pisang dipotong-potong dan cangkang telur dihancurkan, masukkan ke blender dengan campuran ampas kopi dan air secukupnya untuk proses penghalusan. Kemudian setelah proses penghalusan selesai, campurkan dengan air dengan rasio 1:4.

Pupuk NPK cair ini baik digunakan untuk tanaman pada masa generatif, misalnya tanaman yang sedang berkembang, seperti tomat, cabai, dan bisa diaplikasikan di tanaman hias.

Selain itu, pupuk NPK ini bagus untuk tanaman masa vegetatif namun dosisnya harus diringankan dengan rasio 1:8 atau 1:10. Untuk mengaplikasikannya, siram ke tanaman dengan porsi secukupnya, yakni jika untuk tanaman vegetatif tidak terlalu banyak dibanding tanaman yang sedang berkembang.

 

 

 

[red]

More Stories
12 Tenaga Medis di Penajam Diduga Tertular Covid-19