Pranala.co, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan kini bisa bernapas lega. Pemerintah resmi menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di enam kecamatan.
Program ini menawarkan beras dengan harga terjangkau, yakni Rp60 ribu per sak atau setara Rp12 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram.
“Program ini merupakan inisiasi Kementerian Dalam Negeri. Dilaksanakan serentak di 7.258 kecamatan di seluruh Indonesia,” ujar Pimpinan Wilayah Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, saat peluncuran GPM di Balikpapan, Sabtu (30/8/2025).
Musazdin menjelaskan, distribusi pangan murah di Kaltim dan Kaltara cukup menantang. Sebab wilayahnya luas, mencakup 160 kecamatan di 15 kabupaten/kota.
“Dari target tersebut, baru 67 kecamatan yang mengajukan partisipasi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hambatan distribusi, Bulog menyiapkan ekosistem berlapis. Tidak hanya melalui kantor kecamatan sebagai hub utama, tetapi juga lewat kios mitra di pasar tradisional, outlet BUMN seperti PT Pos dan Pegadaian, serta Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai titik kota.
Pengawasan ketat diterapkan agar program ini tepat sasaran. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua sak beras. Aturan ini dibuat untuk mencegah penimbunan dan monopoli yang bisa merugikan masyarakat.
Selain beras, GPM juga menyediakan komoditas lain. Gula merek Manis Kita dijual Rp17.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng premium dibanderol Rp19.000 per liter. Program ini akan berlangsung hingga Desember 2025.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pasokan beras tetap aman meski permintaan meningkat. Menurutnya, kebutuhan beras harian Balikpapan mencapai 38 ton. Saat ini, pasokan tersedia hingga 42 ton per hari.
“Pasokan reguler dari Sulawesi dan Jawa Timur juga terus masuk. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras,” tegas Bagus.
Program pangan murah ini diharapkan bisa menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir tahun. (pra/dias)















