Pasien Terakhir Sembuh, RS Khusus COVID-19 di Wuhan Resmi Ditutup

RS Leishenshan Wuhan (Liputan6.com)

RUMAH sakit darurat yang dibangun di Kota Wuhan, China untuk menangani pasien positif corona resmi ditutup pada Rabu, 14 April 2020. Penutupan ini menyusul pasien terakhir positif Covid-19 yang dirawat di RS darurat tersebut telah dinyatakan sembuh

Rumah Sakit Leishenshan Wuhan, dibangun dalam waktu 10 hari untuk merawat pasien covid-19. Pasien terakhirnya telah dipindahkan ke rumah sakit normal pada Selasa lalu.

Meski tak lagi digunakan, rumah sakit yang dibangun pada 25 Januari 2020 tersebut tidak akan dibongkar. Fasilitas kesehatan itu tetap disiagakan untuk mengantisipasi jika ada kasus baru Covid-19.

Pensiun dininya rumah sakit ini merupakan perkembangan penting dalam pertempuran di Wuhan melawan epidemi. Pejabat Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan perawatan Covid-19 di Kota Wuhan sudah ‘kembali ke jalur normal’, dikutip dari Straits Times.

Pada acara penutupan rumah sakit, para dokter dan perawat melambaikan bendera serta menulis nama mereka di baju rekan kerja masing-masing. Ini untuk kenangan saat-saat peperangan beberapa bulan lalu.

Pihak berwenang mengatakan, RS Leishenshan tidak akan dibongkar segera setelah penutupan. Tetapi akan dibiarkan untuk sementara waktu.

“Kami berharap bahwa rumah sakit tidak akan pernah memulai lagi operasi,” kata seorang pejabat distrik setempat kepada kerumunan bertepuk tangan.

RS Leishenshan merupakan rumah sakit kedua untuk penanganan Covid-19 di Kota Wuhan setelah RS Huoshenshan. RS tersebut juga dibangun relatif cepat, hanya memerlukan waktu 12 hari yang bertempat di pinggir Danau Zhiyin, Caidian dengan daya tampung hingga 1.000 pasien. (*)

More Stories
Resmi, Pilkada Samarinda Diikuti 3 Paslon