Pasien Sembuh dari COVID-19 di Kaltim Naik 59,6 Persen

Ilustrasi pasien sembuh. (Freepik)

SUDAH 5.599 kasus akumulasi positif COVID-19 di Kalimantan Timur, lantaran alami pertambahan 153 terkonfirmasi pada Jumat (11/9/2020) petang. Saban hari kasus terkonfirmasi di Benua Etam ini memang selalu bertambah. Peningkatan yang membuat positive rate Kaltim mencapai 22 persen.

“Sementara angka incident rate Kaltim saat ini masih sekitar 140 per 100 ribu penduduk. Ini angka yang sangat tinggi,” tegas Andi Muhammad Ishak, juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim dalam rilis hariannya pada Jumat petang.

Andi menerangkan, dari pertambahan kasus ini menyebar di sejumlah kabupaten/kota Kaltim. Terbanyak 59 kasus dari Kutai Kartanegara (Kukar). Diikuti Samarinda 43, Balikpapan 31, Bontang 6, Kutai Timur (Kutim), Paser, dan Berau masing-masing 4, serta Kutai Barat (Kubar) 2. Dalam kesempatan sama, sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim ini juga melaporkan 3 tambahan pasien positif yang meninggal dunia.

“Dua di antaranya dari Balikpapan, perempuan 62 tahun dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disertai komorbid. Yang kedua pria 57 tahun. Juga gejala ISPA. Laporan kematian ketiga berasal dari Kubar. Pria 60 tahun. Ketiga kasus tersebut dimakamkan sesuai protokol COVID-19,” urainya.

Sedangkan kasus sembuh pada Jumat ini bertambah 101 orang. Dengan demikian total kasus sembuh di Kaltim menjadi 3.346 orang atau naik menjadi 59,6 persen. Andi berharap tren positif ini semakin meningkat. Dari 101 kasus sembuh tersebut, penambahan terbanyak berasal dari Balikpapan sebanyak 31 kasus, disusul Samarinda 26, Bontang 14, Paser 9, Kutim 8, Kukar 7, Kubar 3 orang dan Penajam Paser Utara (PPU) 3.

“Hingga saat ini kasus COVID-19 aktif yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri di Kaltim sebanyak 2020 orang. Dengan total kasus meninggal dunia 233 orang,” sebut Andi.

Dia menambahkan, Satgas COVID-19 Kaltim  terus mempelajari pemetaan gejala kasus karena pemicu dari virus corona ini sangat beragam. Ada yang cepat mengalami pemburukan sampai meninggal dunia, ada beberapa yang tak bergejala.  Itulah yang jadi alasan pentingnya menjalankan protokol kesehatan sehingga dapat terhindar dari virus corona.

“Mari jaga diri dan jaga sesama,” tutupnya. (*)

More Stories
Orang Indonesia Ciptakan Alat Rapid Test COVID-19 Mandiri, Harga Rp 160 Ribu, Tingkat Akurasi 92 Persen