Pasien Positif Covid-19 Tambah 5, Total di Kaltim jadi 59 Orang

Ilustrasi.

DINAS Kesehatan Provinsi Kaltim kembali mengumumkan adanya penambahan pasien positif Covid-19 di Kaltim, pada hari ini, Ahad (19/4).

Disampaikan oleh Andi M Ishak, Plt Kadinkes Kaltim, terjadi penambahan sebanyak 5 pasien baru positif virus corona Kaltim. Mereka terdistribusi di Samarinda 2 kasus baru, Bontang 1 kasus, Balikpapan 1 kasus, dan Kutim 1 kasus.

“Terkait penambahan pasien positif terkonfirmasi Covid-19 hari ini, 19 April, ada penambahan sebanyak 5 kasus,” ujar Andi.

Untuk daerah Kutim, kasus ini menjadi kasus ke-5. Pasien merupakan teman seperjalanan ke India, dari pasien positif Kutim Nomor 3. Sedangkan untuk kota Balikpapan, penambahan kasus positif Covid-19 hari ini menjadi kasus ke-22.

“Sementara, 1 kasus di Bontang merupakan kasus BTG 5 (pasien positif Nomor 5 di Bontang). Ini adalah rekan perjalanan dari pasien positif di Bontang Nomor 4,” tambah Andi.

Sementara untuk Samarinda, hari ini menjadi kota dengan kasus penambahan Covid-19 terbanyak di Kaltim, dengan tambahan 2 kasus. Kasus ini menjadi pasien positif Covid-19 Nomor 6 dan 7 di Kota Tepian. Keduanya dilaporkan memiliki riwayat perjalanan dari Gowa.

Pengoperasian Alat Test Swab Menunggu Cartride

Rumah sakit rujukan COVID-19 di Kalimantan Timur masih harus menguji swab orang yang diduga terpapar COVID-19 ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya untuk beberapa minggu kedepan karena alat yang bisa difungsikan sama di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA)  Kaltim dalam proses perbaikan dan datangnya cartride.

Menurut Plt Asisten Sekdaprov Kaltim Bidang Pemerintahan dan Kesra, HM Jauhar Effendi, UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Kesehatan Prov. Kaltim, yaitu UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) sedang melakukan perbaikan ruang ekstraksi dan memproses pengadaan RTPCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), karena alat PCR yang lama rusak.

Pentingnya RTPCR disebabkan mungkin saja seseorang dinyatakan negatif Covid-19 saat dilakukan rapid test. Sebab daya tahan tubuhnya mungkin sedang bagus, namun saat dilakukan tes swab, baru diketahui tubuhnya sudah terinfeksi virus Corona.

“Tes PCR dianggap memiliki akurasi yg tinggi dalam mendeteksi virus corona. Tes ini lebih populer dengan nama “tes swab”,” kata Jauhar, Ahad (19/4).

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak menambahkan,  sesuai janji Kemenkes akhir April cartride alat TCM  sudah tersedia maka Kaltim sudah bisa sendiri “swab” pasien terduga terpapar Covid-19.

“Insyaa Allah  cartride TCM itu dikirim Kemenkes akhir bulan ini,” kata Andi.

Sedangkan anggota DPRD Kaltim, H Saefuddin Zuhri menginformasikan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, tidak lama lagi  ada bantuan RTPCR dari BUMN ke rumah sakit Pertamina dan dari Kementrian  Kesehatan juga ada.

“Kita tentu sangat berharap alat segera datang dan secepatnya bisa diopoperasikan,” kata Saefuddin. (*)

More Stories
Gubernur Isran: Proyek IKN Lagi Slow Down, Bukan Dihentikan