PAD Bontang Babak Belur saat Pandemi, Ini Langkah Strategis Bapenda

Sigit Alfian, Kepala Bapenda Bontang.

PRANALA.CO, Bontang – Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bontang di tahun 2020 mengalami penyusutan sebanyak Rp16 miliar. Hal itu disebabkan, kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi COVID-19.

Belum lagi pembatasan aktivitas masyarakat untuk menekan penyebaran wabah virus corona membuat pemerintah daerah tak bisa memungut retribusi. Padahal, retribusi adalah salah satu andalan penerimaan daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Sigit Alfian, menyebut pada 2019, PAD Kota Bontang realisasinya mencapai Rp 203 Miliar. Namun, di 2020 angka target PAD hanya mencapai Rp187 miliar.

“Kalau dibanding tahun sebelumnya itu turun Rp16 miliar,” sebut Sigit saat ditemui di ruangannya, Selasa (29/9/2020).

Sigit bilang, turunnya angka tersebut karena banyaknya sektor yang tidak beroperasi secara maksimal, seperti hotel, restoran, hingga tempat hiburan. “Di awal-awal pandemi itu kan banyak yang tutup, akhir-akhir ini aja baru ramai kembali,” tuturnya.

Meski begitu, Bapenda tetap terus mengoptimalkan agar PAD 2020 mencapai target. Hingga saat ini, beberapa sektor yang menjadi pendapatan daerah terbilang terlampaui. Seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB) presentasenya sudah mencapai 87 persen. Sedangkan sektor lainnya sudah mencapai 75 persen.

Namun, ada 2 sektor yang masih belum memenuhi yakni sektor parkiran dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sampai saat ini, capaian pendapatan parkiran, baru mencapai Rp 100 juta dari target Rp 150 juta. Sedangkan BPHTB masih kurang Rp 900 juta.

“Kalau BPHTB itu kan, targetnya Rp 6 miliar, tapi sekarang baru tercapai Rp 5,1 miliar,” ungkapnya.

Tak tinggal diam. Bapenda terus berupaya upaya memaksimalkan pendapatan daerah. Antara lain, membuat regulasi yang jelas terkait pembayaran pajak, meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan infrastruktur, dan melakukan pendekatan terhadap mitra.

“Ke depannya untuk memudahkan masyarakat, kami akan membuat program, membayar pajak itu semudah mengisi pulsa,” tutupnya. (*)

 

 

Pewarta: Junaidi

More Stories
Adi Darma Wafat, Dua Calon Kepala Daerah di Kaltim Direnggut Corona