Optimalisasi Taman Bontang Kuala-Edukasi Terhambat

  • Whatsapp
Suasana sore di Taman Bontang Kuala-Edukasi, Senin 19 April 2021. [DARWIN TRI]

BONTANG – Mimpi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur menghadirkan area pertamanan khusus untuk program edukasi anak-anak sempat terhambat. Pembangunan Taman Bontang Kuala-Edukasi ternyata belum sepenuhnya terealisasi.

Keterbatasan anggaran dan air laut pasang disebut-sebut menjadi kendala utama. Pembangunan beberapa fasilitas secara bertahap di sana bahkan sudah mulai terkikis korosi karat. Beberapa tanaman juga tak bertumbuh, akibat terdampak pasang tinggi air laut.

Bacaan Lainnya

Padahal, kawasan tersebut punya potensi suguhan nuansa alam yang sayang untuk dilewatkan. Di waktu sore, suara satwa liar, seperti burung-burung terdengar merdu dari area hutan berseberangan dengan taman.

Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Andi Ilham menjelaskan pertamanan itu mulanya memang untuk area edukasi anak. Namun, berbagai hambatan dalam proses optimalisasinya tak mudah diatasi.

“Masalah utama ya keterbatasan anggaran dan saat air laut pasang tinggi,” ucapnya saat dihubungi, Senin 19 April 2021.

Berdekatan dengan kawasan pesisir, tantangan berhadapan dengan pasang surut air laut pasti ada. Itulah yang terjadi di Taman Bontang Kuala-Edukasi. Kondisi pasang air laut terkadang masih menggenangi sampai area taman. Akibatnya fasilitas yang dibangun perlahan mengalami kerusakan.

Berbicara antisipasi, alternatif terbaik hanya meninggikan area tersebut. Namun, anggaran untuk kembali melakukan renovasi area itu tentu tak sedikit. Apalagi alokasi anggaran untuk pertamanan juga terbatas.

“Memang perlu dukungan stake holder terkait. Jika ada CSR perusahaan yang ingin sinergi kami persilakan seperti yang sudah terjadi di RTH Bontang Lestari,” harapnya.

Dia menyebut intalasi kelistrikan di sana sudah memadai, air pun demikian. Toilet umum juga sudah tersedia. Lokasinya juga berdekatan dengan kantor kelurahan yang semakin memudahkan monitoring petugas setempat.

Empat buah gazebo sudah terbangun yang dapat dimanfaatkan para pengunjung. Masih termasuk area pertamanan ini juga terdapat tanah lapang yang rencananya difungsikan sebagai lapangan sepak bola atau hal lain. **

Pos terkait