Open House Ditiadakan, Wali Kota Bontang bakal Sapa Warga lewat Medsos secara Live

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyempatkan bermain bersama cucunya di sela aktivitasnya sebagai Wali Kota Bontang. (DOK/irwan Janur)

PANDEMI Covid-19 benar-benar membuat rutinitas tahunan saat Lebaran hilang. Mulai Salat Idulfitri berjemaah di masjid atau tanah lapang bersama masyarakat, mudik bertemu orangtua, hingga bersilaturahmi dengan sanak famili.

Sedih, pasti. Itu juga dirasakan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Semua imbauan di atas bukan semata keinginan pribadinya. Ada pihak-pihak berilmu lebih tinggi agama bicara dan berdiskusi lewat forum. Mulai dari Kementerian Agama (Kemenag)-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang. Adapula organisasi keagamaan, polres, hingga Tim Gugus Covid-19 Bontang. Imbauan tersebut disampaikan tak lain untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Sedih rasanya. Saya juga manusia, seorang ibu. Pasti ingin berkumpul bersama keluarga, masyarakat yang biasa kami lakukan tiap tahun. Maafkan saya, ini bukan kemauan pribadi saya. Pemerintah mengeluarkan imbauan ini karena kami sayang sama warga Bontang agar Pandemi ini segera berakhir,” lirih Neni.

Meski begitu, ada hikmah di balik pandemi Corona ini. Neni mengakui setiap tahun saat Ramadan. Hampir tak ada waktu bisa berbuka puasa bersama keluarga, anak, hingga cucu. Namun, selama pandemi, rutinitas berbuka puasa di meja bareng anak, suami, dan cucu itu bisa terwujud. Banyak waktu berkumpul bersama keluarga dia rasakan. Terutama malam, kala tugas-tugas sebagai Wali Kota Bontang selesai.

“Ya, bisa Salat Tawarih sama bapak (dr Sofyan Hasdam, red), sama anak. Bahagia rasanya. Bermain sama cucu juga waktunya lebih banyak kalau malam. Kalau tahun- tahun sebelumnya, biasanya sibuk Safari Ramadan, kan,” kata Neni.

Menjelang Lebaran, dia akui tidak menggelar ‘Open House’ dir Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota. Tradisi para pejabat publik menyapa warganya. Saling bersilaturahmi, makan bersama, hingga bercengkerama tidak ada tahun ini. Itu juga termasuk imbauan dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang melarang kepala daerah dan pejabat di Kaltim melaksanakan Open House.

Meski begitu, Wali Kota Neni berjanji akan melepas kangen dan bersilaturahmi dengan warga lewat virtual atau media sosial (medsos). Neni akan menyapa warga Bontang yang disiarakan langsung lewat Fan page Facebook; Jejak Bunda Neni saat Lebaran nanti.

Fanpage Facebook JEJAK BUNDA NENI, merupakan akun resmi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Sebelum pelaksanaan Salat Id, orang nomor satu di Kota Bontang ini akan menyapa warganya lewat media sosial. “Ini sebagai bentuk rasa kangen saya dengan warga. Pengobat rindu karena tidak bisa melaksanakan Open House. Nanti bisa tonton Bunda ya di Fanpage Facebook bunda alamatnya; Jejak Bunda Neni. Insya Allah kita mulai pukul 06.45 Wita sebelum pelaksanaan Salat Id,” urai Wali Kota Neni.

Neni berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Salah satunya tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idulfitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

“Mari berbagi kepedulian kepada yang memerlukan, agar mereka juga dapat berlebaran seperti kita semua,” pesannya. Taqobalallahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima amal kita semua,” kata Neni.

More Stories
Kaltim Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Ancaman Transmisi Lokal di Tujuh Daerah