Oknum TNI di Balikpapan Habisi Kekasihnya Sendirian

  • Whatsapp
Korban pembunuhan oknum TNI di Balikpapan Rizki Rahmadhini. Foto Istimewa

BALIKPAPAN – Kodam VI Mulawarman memastikan oknum anggotanya, Prajurit Kepala inisial MM (32) sendirian saja menghabisi kekasihnya, Rizki Rahmadani (30). Dua orang sejoli ini sempat menjalin kasih setelah dipertemukan lewat media sosial meskipun pada akhirnya berujung pembunuhan keji.

Praka MM menghabisi guru honor SDN 008 Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) di area perbukitan sunyi serta membuang jasadnya ke jurang. Ia tergabung dalam kesatuan elit TNI Batalyon 600 Raider Modang VI Mulawarman.

Bacaan Lainnya

“Hanya untuk memastikan apa saja. Pelaku memang benar (murni) melakukan pembunuhan tersebut seorang diri,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman Letnan Kolonel Infantri Taufik Hanif, Selasa (4/5)

Langkah awal penyidikan, Pom Kodam Mulawarman langsung memeriksa rekam jejak komunikasi antara pelaku dan korban. Di sini, TNI ingin memastikan adanya kemungkinan keterlibatan tersangka lain turut membantu dalam peristiwa biadab ini.

Terkait hal ini, penyidik TNI pun mengirim handphone Praka MM ke Polda Kaltim dan meminta bantuan agar dapat mengembalikan data telponnya. Hasilnya bisa disimpulkan, oknum TNI ini murni melakukan tindak kejahatan tersebut seorang diri.

Sebelumnya, TNI juga sudah meminta pihak keluarga agar membawa ponsel korban ke Grapari Telkomsel guna memperoleh riwayat teks tersimpan dalam kartu perdana. Ponsel korban memang ditemukan dalam kondisi terbakar di mana diduga dilakukan pelaku untuk menghilangkan barang bukti.

“Tapi kami bilang, karena kami tidak paham jadi semua kami serahkan ke pihak Pomdam saja. Yang terpenting penyelidikan kasus ini tetap berjalan,” ucap Kuswanto, ayah korban.

Dalam kesempatan itu, keluarga korban masih terus diminta keterangan. Saat dikonfirmasi kepada ayah korban, Kuswanto membenarkan hal tersebut.

Pihak keluarga menerima panggilan pemeriksaan pada pekan lalu sebagai saksi. Selain itu dalam kesempatan pertemuan mereka dengan pihak Pomdam, pihak keluarga juga memastikan jalannya proses penyidikan atas kematian korban.

Penyelidikan kasus pembunuhan ini berlanjut dengan pemeriksaan terhadap DNA korban. Lewat sambungan telepon, Taufik membeberkan DNA korban dikirim ke Polda Jatim untuk memastikan kembali bahwa benar tulang-belulang yang ditemukan adalah jasad wanita berusia 30 tahun tersebut.

“Iya pihak kami mengirimkan DNA tersebut ke Polda Jatim yang memiliki Laboratorium Forensik (Labfor) DNA,” kata dia.

Sementara itu, terkait hasil labfor yang telah dilakukan perlu menunggu sekitar kurang lebih satu bulan. Namun dirinya berharap, hasil pemeriksaan dapat diterima segera oleh pihaknya agar bisa dilanjutkan penyidikan  ke tahap selanjutnya.

Untuk pengiriman DNA korban RR, rupanya sudah dikirim sejak Jumat pekan kemarin. “Jumat kemarin dikirim. Perkiraan hasil diterima bulan depan,” ucapnya mengutip IDNTimes.

Setelah itu, pihaknya akan segera menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi perkara di TKP Jalan Transad KM 8, tembusan TPA Manggar, Balikpapan Timur. **

Pos terkait