Oknum Lurah Penyeleweng BLT Covid-19 Diminta Kembalikan Kerugian Negara sampai 40 Hari

Ilustrasi bantuan sembako.

CORONA Virus Disease 2019 (Covid19) masih terus mewabah di Indonesia. Keganasan virus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga memukul sosial ekonomi warga. Aktivitas ekonomi yang terhenti membuat sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan.  Upaya penanggulangan wabah dengan dana miliaran rupiah di Kota Bontang berpotensi memunculkan lahan korupsi baru.

Hal yang ditakutkan pun terjadi di Kota Bontang. Dugaan penyelewangan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kawasan setempat menyeret oknum lurah di Kecamatan Bontang Selatan. Bahkan, kini statusnya sebagai PNS dinonaktifkan.

“Oknum lurah ini diduga menyelewengkan sembako BLT seperti kualitas beras yang tidak sesuai dan paket bantuan lainnya yang takaran kuantitasnya kurang,” kata Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Makhfud Hidayat beberapa waktu lalu.

Persoalan ini sejatinya sudah diselidiki sejak Agustus 2020 lalu. Awalnya dari informasi masyarakat. Tiga warga juga sudah memberi keterangannya terkait kasus ini.

Terbaru, kasus hukum oknum lurah yang menyelewengkan BLT, di Bontang Selatan masih dalam tahap penyelidikan. Tiga pemilik toko sembako pun juga sudah dimintai keterangan.

“Sudah diperiksa juga pemilik toko. Nah, oknum masih dberi kesempatan mengembalikan kerugian negara. Jumlahnya masih kami koordinasikan lagi. Tenggat waktu 40 hari,” kata dia.

Kata dia, jika terlapor alias oknum lurah ini tidak bisa mengembalikan kerugian negara tersebut selama 40 hari. Maka terlapor akan diproses hukum.

Diwartakan sebelumnya, eks Lurah Tanjung Laut Indah, M Adnan legawa menerima keputusan pimpinan atas pemberhentian dirinya sebagai lurah.

“Legawa saja. Saya tak keberatan dengan keputusan tersebut. Menurutnya, sebagai abdi negara sudah selaiknya menerima putusan dari pimpinan,” katanya.

Dia pun membenarkan, pada 18 Agustus lalu telah menerima surat keputusan pemberhentian sebagai Lurah Tanjung Laut Indah. Pun demikian, ia tak menjelaskan alasan pemecatan sebagai lurah.

“Namanya juga jabatan itukan amanah yah, kalau dipindah kita taat dan patuh yah kan,” ungkapnya.

Diakhir, dirinya mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang selama ini telah mendukung kerja Kelurahan Tanjung Laut Indah. (*)

More Stories
Merekam Solidaritas Pekerja Seks, Tatkala Ranjang Hening saat Pandemi Corona